Cina Berjuang Pulangkan 5 Gembong Korupsi dari AS

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 23 Desember 2015 | 12:11 WIB
Cina Berjuang Pulangkan 5 Gembong Korupsi dari AS
Ilustrasi korupsi di Cina. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Cina tengah membujuk Pemerintah Amerika Serikat untuk mengekstradisi 5 tersangka korupsi yang paling dicari Cina. Pemulangan mereka masih dihambat AS.

Reuters melansir, Cina akan memberikan bukti apapun ke AS, yang penting 5 orang itu bisa pulang dan diadili di Cina. China Daily sebelumnya memberitakan Cina menerbitkan 100 tersangka korupsi yang mendapatkan status 'merah' sejak April 2015.

Kebanyakan koruptor Cina itu hidup enak di AS, Kanada dan Australia. Ada 18 orang yang sudah diketahui keberadaannya. Termasuk 5 orang yang ada di AS.

Hanya saja, pemulangan itu 'diganggu' AS lantaran alasan hak asasi manusia. Negara barat seperti AS menentang hukuman mati yang diterapkan Cina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsinya.

Suara ini juga sampaikan kelompok aktivis HAM 'barat'. Mereka menyebut koruptor yang tertangkap itu sudah pasti dihukum mati. Bahkan Badan Pengawas HAM PBB menyatakan jika penyiksaan terhadap koruptor marak di Cina.

"Kami sedang bernegosiasi dengan mitra kami dari AS terkait lima buronan korupsi besar, termasuk Yang Xiuzhu, yang diduga imigrasi ilegal dan ditahan. Dia menunggu proses deportasi," kata seorang pejabat Cina.

"Dan kami telah memutuskan untuk melakukan investigasi bersama dari kasus-kasus besar ini."

Laporan itu tidak menyebutkan nama empat tersangka lainnya.

Pejabat itu hanya mengatakan Amerika Serikat telah meminta Cina untuk memberikan lebih banyak bukti untuk membantu penyelidikan.

"Kami sedang melakukan negosiasi lanjutan dengan hakim AS," katanya lagi. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tumpukan Lumpur Timbun 33 Bangunan, 85 Orang Dilaporkan Hilang

Tumpukan Lumpur Timbun 33 Bangunan, 85 Orang Dilaporkan Hilang

News | Selasa, 22 Desember 2015 | 04:59 WIB

Kabut Asap Tebal Selimuti 30 Kota di Cina

Kabut Asap Tebal Selimuti 30 Kota di Cina

News | Senin, 21 Desember 2015 | 09:14 WIB

Ekonomi Cina 2016 Diramalkan Melambat

Ekonomi Cina 2016 Diramalkan Melambat

News | Minggu, 20 Desember 2015 | 13:46 WIB

Sengketa Laut Cina Selatan, Rizal: RI Ogah Memihak AS atau Cina

Sengketa Laut Cina Selatan, Rizal: RI Ogah Memihak AS atau Cina

News | Selasa, 15 Desember 2015 | 11:02 WIB

Yuan Jadi Mata Uang Internasional, Eksportir Indonesia Untung

Yuan Jadi Mata Uang Internasional, Eksportir Indonesia Untung

Bisnis | Minggu, 13 Desember 2015 | 17:52 WIB

ISIS Rilis Nasyid Berbahasa Mandarin Untuk Rekruitmen di Cina

ISIS Rilis Nasyid Berbahasa Mandarin Untuk Rekruitmen di Cina

News | Rabu, 09 Desember 2015 | 17:02 WIB

Virtue Dragon Diduga Pekerjakan WN Cina Tanpa Izin

Virtue Dragon Diduga Pekerjakan WN Cina Tanpa Izin

News | Jum'at, 04 Desember 2015 | 05:00 WIB

Apindo Yakin Pengusaha Nasional Beralih Gunakan Yuan

Apindo Yakin Pengusaha Nasional Beralih Gunakan Yuan

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2015 | 15:55 WIB

Investor Cina Beli Saham Manchester City

Investor Cina Beli Saham Manchester City

Bola | Selasa, 01 Desember 2015 | 21:00 WIB

Atasi Polusi, Beijing Perintahkan 2.100 Pabrik Stop Operasi

Atasi Polusi, Beijing Perintahkan 2.100 Pabrik Stop Operasi

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 14:38 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×