Suara.com - Kepolisian kota Munich, Jerman mengevakuasi penumpang di 2 stasiun kereta menyusul ancaman teror bom saat perayaan tahun baru. Pelaku teror diduga menyasar pengunjung yang akan merayakan malam pergantian tahun di pusat kota.
Setidaknya, 2 jalur stasiun Munich yang diamankan petugas. Polisi mengaku menerima ancaman serius kemungkinan serangan berdarah seperti Paris di Munich saat perayaan tahun baru. Seperti yang dilansir laman Dailymail, ancaman tersebut muncul hanya beberapa jam sebelum pesta kembang api.
Sejumlah polisi dan aparat keamanan bersenjata lengkap tampak berjaga-jaga di jantung kota. Sebelumnya, warga Munich sudah diberi peringatan agar menghindari pusat keramaian lewat Twitter.
"Ada ancaman teror di Munich. Hindari stasiun kereta dan jalur kereta. Kami ingatkan ancaman ini sangat serius, tolong waspada," bunyi cuitan kepolisian Munich.
Polisi bergerak cepat mensterilkan lokasi. Kendati demikian, menurut seorang petugas yang enggan disebutkan namanya, bukan tak mungkin pelaku akan mencari lokasi lain sebagai target barunya.
Ancaman ini belakangan dikaitkan dengan kebijakan Kanselir Jerman Angela Merkel yang membuka pintu bagi pengungsi asal Timur Tengah-kebanyakan dari Afganistan dan Suriah. Lebih dari 1 juta pengungsi saat ini menetap di Jerman.
Selain Jerman, ada beberapa negara lain yang menerima teror bom menjelang perayaan Tahun baru. Negara Belgia membatalkan festival menyambut malam pergantian tahun di Brussel terkait ancaman teror. Di hari yang sama, Turki membekuk 2 pelaku teror yang diduga akan meledakkan diri di Ankara saat Tahun baru. Keduanya ditangkap di daerah kumuh Sammack berikut barang bukti rompi bom dan alat peledak. (Dailymail)