Suara.com - Analis terorisme di Amerika Serikat memprediksi teror kelompok radikal ISIS di dunia akan meningkat. Terutama serangan ke dunia barat.
Mantan Wakil Direktur Kantor Intelijen Departemen Luar Negeri AS khusus Timur Tengah, Wayne White menjelaskan saat ini ISIS sudah menguasai Suriah dan Irak Utara. Namun pergerakan mereka rata-rata melemah tahun 2015 kemarin.
Sementara AS sudah memborbardir ISIS tahun kemarin. Mereka takut kejadian sepeti Al-Qaida menguat dan menyebabkan serangan sedahsyat 11 September 2001. Sebanyak 3.000 orang tewas akibat serangan pesawat bunuh diri itu.
Meski eskalasi ISIS melemah, ini tidak bisa dianggap remeh. Buktinya serangan Paris November lalu terjadi. Seragan itu bisa saja terjadi tahun ini, kata White.
Lanjut White, ISIS makin sulit terdeteksi. Buktinya serangan California terjadi. Meski serangan itu dilakukan oleh 2 orang, ketakutan se-AS tetap terjadi.
Seperti dilansir Xinhua, Jumat (1/1/2016), White menyebutkan dugaan skenario serangan yang dilakukan ISIS. Pertama, ISIS mengintimidasi musuh mereka di barat dan Rusia. Sehingga nama ISIS bisa dikait-kaitkan dengan kasus serangan teror. ISIS juga akan terus melakukan perekrutan anggota dari luar Irak dan Suriah untuk menguatkan diri.
"Karena luasnya perbatasan, patroli perbatasan lengkap di Turki, Yordania dan Arab Saudi khususnya, banyak personil ISIS mungkin akan melarikan diri. Ini seperti ratusan kader al-Qaeda yang berhasil lolos dari cengkeraman pasukan AS dan sekutu di Afghanistan tahun 2001-2002 lalu," kata White. (Xinhua)