Suara.com - Miss Kolombia, Ariadna Gutierrez akhirnya angkat bicara pascainsiden salah umumkan pemenang Miss Universe 2015. Dia mencurahkan isi hatinya setelah 'bersembunyi'.
Gutierrez mengaku depresi dengan insiden 'mahkota yang tertukar' dengan Miss Filipina. Dia bahkan memutus semua telepon yang diduga ingin menanyainya soal insiden itu.
"Semua saya putus. Saya belum terima (telepon) dari semua orang. Sangat sedikit orang telah berkomunikasi dengan saya," kata Gutierrez Kolombia lewat wawancara W Radio, Rabu lalu.
"Itu karena aku harus berduka atas apa yang terjadi," lanjut dia.
Namun sekarang, Gutierrez sudah bisa berbicara untuk pertama kalinya. Dia menyebut peristiwa itu "ketidakadilan besar".
Gutierrez sulit menerima yang dilakukan host final Miss Universe, Steve Harvey yang mengaku khilaf dengan menyebutkan dia sebagai pemenang. Padahal Gutierrez mengimpikan menjadi Miss Universe.
"Sudah sangat sulit bagi saya, benar-benar, itu telah menjadi kejutan besar. Karena (menjadi Miss Universe) adalah mimpi perjuangan saya. Saya selalu memimpikan ini, menjadi Miss Universe. ... Itu sangat memalukan bagi saya," kata dia.
Saat Harvey mengaku salah menyebut, dia pikir itu hanya lawakan saja. "Dalam latihan, dia melakukan hal-hal seperti itu," kata Gutierrez.
Di hadapan pasang mata, kata Gutierrez, mahkotanya 'direbut' dengan tidak adil. Namun Gutierrez berpandangan positif saja saat ini. Dia menjadi terkenal dan pekerjaan menjadi mengalir. Bahkan ada tawaran bekerja di Amerika Serikat.
"Saya berhasil membuat sejarah. Yang saya pikir lebih penting daripada memenangkan gelar Miss Universe," tutup Gutierrez. (CNN)