Kasus Allya, Polisi Belum Berhasil Periksa Dokter Randall

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 12 Januari 2016 | 13:54 WIB
Kasus Allya, Polisi Belum Berhasil Periksa Dokter Randall
Klinik Chiropractic First di Pondok Indah Mall I, Jakarta Selatan [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Polisi masih koordinasi dengan FBI untuk memeriksa Randall Cafferty, dokter yang bekerja di klinik Chiropractic First, Pondok Indah Mall I, Jakarta Selatan. Pemeriksaan ini terkait dengan kasus kematian Allya Siska Nadya (33) yang meninggal setelah mengikuti terapi.

"Masih kita berkoordinasi dengan interpol karena yang bersangkutan sudah tidak ada di Indonesia," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/1/2016).

Sejak kasus dugaan malpraktik mencuat, dokter Randall terbang ke Amerika Serikat.

Polri kesulitan untuk memanggil dokter tersebut karena sistem penegakan hukum di Indonesia berbeda dengan Amerika.

Perbedaannya, kata Anton, antara lain di Amerika, seseorang bisa menolak dipanggil polisi. Sebaliknya, kata dia, di Indonesia seseorang wajib memenuhi panggilan apabila keterangannya dianggap penting dalam proses penyelidikan kasus.

"Justru ini yang menjadi kesulitan karena sistem hukum kita di luar negeri kan berbeda. Kalau mereka tidak mau, tidak bisa dipanggil. Kalau kita bisa dipaksa, kesaksian itu wajib hukumnya di Indonesia," kata Anton.

Dengan begitu, menurut Anton, menjadi kesulitan tersendiri bagi kepolisian Indonesia untuk mengusut kasus Allya.

"Sementara kita tidak bisa langsung menetapkan sebagai tersangka. Sebelum diperiksa sebagai saksi. Ini salah satu kesulitan kita, sementara kalau kita langsung menetapkan sebagai tersangka, kita akan melanggar hak asasi, jadi serba susah," katanya.

Agus mengungkapkan Polri juga belum berencana mengeluarkan red notice atau permintaan penangkapan terhadap Randall.

"Belum, nanti sedang diadakan istilahnya koordinasi dengan interpol," kata Anton.

Penanganan kasus juga sempat terhambat karena keluarga menolak jenazah Allya diautopsi. Tapi, setelah melalui pembicaraan dan pertemuan khusus, mereka akhirnya menyetujui tindakan autopsi pada jenazah. Rencananya, autopsi akan dilakukan Rabu atau Kamis besok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agar Tak Ada Allya Baru Lagi, Menkes: Laporkan, Kami Tangani

Agar Tak Ada Allya Baru Lagi, Menkes: Laporkan, Kami Tangani

News | Senin, 11 Januari 2016 | 18:36 WIB

Jawaban Chiropractic First Soal Kematian Allya

Jawaban Chiropractic First Soal Kematian Allya

News | Senin, 11 Januari 2016 | 06:11 WIB

Chiropratic First Tanggapi Kematian Allya Siska

Chiropratic First Tanggapi Kematian Allya Siska

News | Minggu, 10 Januari 2016 | 19:20 WIB

Malpraktik Sejenis Allya Pernah Terjadi

Malpraktik Sejenis Allya Pernah Terjadi

News | Sabtu, 09 Januari 2016 | 05:34 WIB

Lima Bulan Dikubur, Ini Alasan Utama Keluarga Allya Tolak Autopsi

Lima Bulan Dikubur, Ini Alasan Utama Keluarga Allya Tolak Autopsi

News | Jum'at, 08 Januari 2016 | 21:05 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×