Segera Diberlakukan, Sistem Satu Arah Kawasan Kebun Raya Bogor

Ardi Mandiri

Rabu, 20 Januari 2016 | 10:31 WIB
Segera Diberlakukan, Sistem Satu Arah Kawasan Kebun Raya Bogor
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto (tengah) berbincang dengan warga di dalam angkutan kota saat menuju agenda kerja di Kota Bogor, Jabar, Senin (24/11). [Antara/Jafkhairi]

Suara.com - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, kebijakan sistem satu arah searah jarum jam di seputar Kebun Raya memungkinkan diberlakukan pertengahan tahun 2016.

"Pertengahan tahun masih memungkinkan untuk diberlakukan, perlu disusun relokasi PKL yang terkena sistem satu arah," kata Bima di Bogor, Rabu.

Ia mengatakan, merelokasi PKL yang ada di sejumlah titik terkena sistem satu arah menjadi sangat penting, agar tidak menimbulkan persoalan baru dengan masyarakat dalam menerapkan kebijakan baru tersebut.

"Kita terus mempersiapkan upaya relokasi PKL di Pasar Bogor, Jalan Otista dan penataan Dewi Sartika yang menjadi jalur alternatif," katanya.

Menurutnya, sosialisasi sistem satu arah sudah dilakukan, yang menjadi kendala utama adalah keberadaan PKL dan jalur-jalur alternatif yang bersinggungan dengan sistem satu arah tersebut.

"Hitung-hitungan saya bisa di pertengahan tahun ini. Kalau ada kesempatan, sosialisasi sudah dilakukan, relokasi PKL dipercepat, bisa jadi SSA dipercepat pembelakuannya, tidak sampai pertengahan tahun," kata Bima.

Bima menambahkan, minggu ini akan ada pertemuan kembali dengan sejumlah kepala dinas terkait untuk membahas progres persiapan sistem satu arah. Dinas terkait diantaranya DLLAJ, Satpol PP, Dinas Koperasi dan UMKM, Polres Bogor Kota, PD Pasar Pakuan Jaya, dan Bappeda.

"Minggu ini akan kita panggil semuanya untuk membahas progres persiapannya," kata Bima.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Hidayat Yudha mengatakan, pihaknya telah mendata jumlah PKL yang berada di jalur seputar sistem satu arah yang meliputi Jalan Otista, dan Jalan Surya Kencana.

"Total ada 750 PKL yang berada di Jalan Otista dan Surya Kencana. Mereka sebagian besar merupakan pedagang basah, dan buah-buahan," katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Bogor tengah mengupayakan untuk merelokasi PKL yang berjualan di Jalan Otista dan Surya Kencana, namun masih terkendala tempat relokasi yang belum tersedia.

"Perlu dikoordinasikan dengan PD Pasar bersedia untuk menerima pedagang masuk ke dalam pasar, dan memastikan mereka tidak lagi berjualan di luar pasar. Perlu difikirkan juga, selama mereka masuk ke dalam, apakah akan ada subsidi mereka menyewa kios, ini yang masih dibahas," kata Yudha.

Pemberlakuan sistem satu arah seputaran Kebun Raya merupakan salah satu upaya dalam penataan transportasi terpadu di Kota Bogor yang masuk dalam program Bogor Transportasi (B-TOP).

Sistem satu arah (SSA) di sekeliling Istana dan Kebun Raya Bogor menjadi searah jarum jam, yakni kendaraan yang bergerak dari arah Baranangsiang tidak lagi berjalan lurus ke Jalak Harupat tetapi berbelok ke Jalan Oto Iskandar Dinata menuju Jalan Juanda dan Jalak Harupat.

Sementara kendaraan yang dari arah Jalan Kapten Muslihat dan Paledang tidak dapat lagi berbelok ke kanan untuk menuju wilayah Selatan seperti BTM, Suryakancana atau Empang, tetapi harus berbelok dulu ke kiri menuju Jalak Harupat, dan Jalan Pajajaran baru berbelok di Tugu Kujang menuju Jalan Oto Iskandar Dinata.

Sistem ini diyakini untuk penataan kawasan, keselamatan warga, juga kenyamanan dan keteriban pengendara maupun pejalan kaki. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wali Kota Bogor: Saya Kagum PKS Selalu Memberi Kita Inspirasi

Wali Kota Bogor: Saya Kagum PKS Selalu Memberi Kita Inspirasi

News | Sabtu, 31 Oktober 2015 | 22:49 WIB

Cerita Bima Arya Soal Anak dan Korupsi

Cerita Bima Arya Soal Anak dan Korupsi

News | Rabu, 28 Oktober 2015 | 18:58 WIB

Terkini

Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?

Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Pengangkutan 290 Liter Solar Subsidi di Pidie Jaya Digagalkan, Seorang Pria Diamankan

Pengangkutan 290 Liter Solar Subsidi di Pidie Jaya Digagalkan, Seorang Pria Diamankan

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi

Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Pelangi di Atas Cerobong: Refleksi Kritis 81 Tahun Kelistrikan Indonesia

Pelangi di Atas Cerobong: Refleksi Kritis 81 Tahun Kelistrikan Indonesia

Opini | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Viral Lahan Bekas Masjid Dibongkar Dibangun Kopdes Merah Putih

Viral Lahan Bekas Masjid Dibongkar Dibangun Kopdes Merah Putih

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Punya Penyakit, Ajukan Penangguhan Penahanan

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Punya Penyakit, Ajukan Penangguhan Penahanan

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

Habiburokhman Tegaskan DPR Tak Ingin Asal Ikut Tren Luar Negeri dalam RUU Perampasan Aset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:32 WIB

×