Studi Sejarah di Indonesia Sudah Beragam

Tomi Tresnady

Rabu, 27 Januari 2016 | 02:30 WIB
Studi Sejarah di Indonesia Sudah Beragam
Puncak Peringatan Hari Nusantara ke-15 di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Minggu (13/12/2015). [Antara]

Suara.com - Sejarawan Taufik Abdullah mengatakan ilmu sejarah di Indonesia pada abad ke-21 sudah beragam dalam aspek cakupan wilayahnya karena daerah-daerah yang semula tidak terjamah studi sejarah sudah mulai mendapatkan perhatian pemerhati sejarah.

"Kalau sekiranya dibuat ranking mana wilayah yang paling kaya (studi sejarah), maka bisa dikatakan Jawa, Bali, Aceh, dan Minangkabau menduduki tempat tertinggi," kata Taufik dalam ceramah bertajuk "Historiografi Indonesia dalam Perspektif Sejarah" yang digelar di Komunitas Salihara, Jakarta, Selasa malam.

Namun, pada abad 21 kecenderungan tersebut terguncang karena wilayah lain terutama Indonesia bagian timur mulai mendapatkan perhatian dalam kajian sejarah.

Dinamika sejarah di "kepulauan Sunda Kecil" yang sekarang terdiri atas tiga provinsi, yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, sudah banyak yang diterbitkan menjadi buku.

"Beberapa disertasi mengenai masa penjajahan dan revolusi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur telah diterbitkan. Bima adalah wilayah bagian timur yang paling banyak menghasilkan karya bernuansa kesejarahan," kata pria yang pernah menjabat Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia tersebut.

Kalimantan juga semakin menarik perhatian meskipun belum banyak studi sejarah yang dilakukan di sana. Salah satu contoh kajian sejarah Kalimantan adalah "Kerajaan Sintang 1822-1942" karya Helius Sjamsuddin yang menguraikan perlawanan antikolonialisme di salah satu wilayah Kalimantan Barat.

Karya sejarah yang juga menarik adalah kisah perlawanan Sultan Nuku dari Tidore karya Muridan Widjojo yang berjudul "Pemberontakan Nuku: Persekutuan lintas Budaya di Maluku-Papua sekitar 1780-1810".

Taufik menyebutkan pula bahwa Sulawesi, terutama di wilayah keturunan Sawerigading, merupakan wilayah timur Indonesia yang paling mendapatkan perhatian studi sejarah oleh sejarawan lokal ataupun asing.

"Awal abad 21 boleh dikatakan sebagai masa ketika sebagian besar wilayah Indonesia mulai terbebas dari 'kegelapan sejarah', betapa pun berbagai aspek kehidupan sosial-kultural masih belum terjamah," kata Ketua Akademi Jakarta tersebut.

Selain dalam cakupan wilayah, keragaman studi sejarah sudah terlebih dahulu mengalami keragaman dari segi tema. Pada awal kemerdekaan, kajian sejarah memiliki kecenderungan tema politik sehingga sejarah pergerakan nasional sangat intens dipelajari.

Salah satu tema yang juga mulai mendapat perhatian adalah sejarah maritim. Menurut Taufik, sejarawan Adrian Bernard Lapian merupakan sosok yang membuka pintu sejarah maritim lewat karya disertasinya berjudul "Orang Laut, Bajak Laut, Raja Laut".

"Setidaknya lima sejarawan Indonesia telah menulis sejarah maritim. Laut Sulawesi, lautan Hindia, dan Laut Jawa, apalagi Selat Malaka, bukanlah 'wilayah asing' dalam historiografi modern Indonesia," kata dia.

Taufik juga mengungkapkan bahwa konferensi sejarah nasional yang akan diselenggarakan pada tahun ini akan mengambil tema utama maritim dengan tujuan agar banyak pihak sadar bahwa masyarakat Indonesia tinggal di negara kepulauan namun masih memiliki pemikiran agraris. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Neraca Perdagangan Positif, Indeks Saham Dekati Level 5.500

Neraca Perdagangan Positif, Indeks Saham Dekati Level 5.500

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2015 | 10:18 WIB

Terkini

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:20 WIB

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:16 WIB

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:08 WIB

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:18 WIB

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

×