Habib Rizieq: Ba'asyir Tak Pernah Ajarkan Terorisme!

Ardi Mandiri

Rabu, 27 Januari 2016 | 05:43 WIB
Habib Rizieq: Ba'asyir Tak Pernah Ajarkan Terorisme!
Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir meninggalkan ruang pengadilan usai menjalani sidang PK di Pengadilan Negeri Cilacap, Jateng, Selasa (12/1) [Antara/Idhad Zakaria].

Suara.com -  mam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab alias Habib Rizieq menyatakan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir tidak pernah mengajarkan terorisme.

"Dalam mengadakan kegiatan, kami sering bekerja sama dengan Syeh Abu Bakar Ba'asyir dan organisasinya. Selama kami bekerja sama, baik saya, kawan-kawan pengurus, maupun para aktivis laskar FPI yang ada di bawah, dari pusat sampai ke daerah yang berinteraksi dengan Syeh Abu Bakar Ba'asyir, beliau tidak pernah sekalipun mengajarkan kami untuk melanggar hukum agama maupun hukum negara, apalagi mengajarkan terorisme," katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa.

Habib Rizieq mengatakan hal itu saat memberi kesaksian dalam sidang lanjutan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Abu Bakar Ba'asyir di Ruang Wijayakusuma, Pengadilan Negeri Cilacap, dengan majelis hakim yang diketuai Nyoto Hindaryanto serta beranggotakan Zulkarnaen dan Akhmad Budiman.

Bahkan, dia mengaku pernah terlibat pembicaraan dengan Ba'asyir di salah satu rumah makan saat pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu ditahan.

Dalam pembicaraan tersebut, dia menyampaikan kepada Ba'asyir bahwa FPI berencana membuka posko-posko pendaftaran mujahidin ke Palestina.

"Kita akan melakukan latihan fisik, kemudian beliau (Ba'asyir, red.) tanya, Habib Rizieq latihan fisik itu apa," katanya.

Terkait pertanyaan itu, dia menjelaskan kepada Ba'asyir bahwa latihan fisik berupa olahraga, bela diri, dan sebagainya.

Bahkan, Ba'asyir secara spontan bertanya apakah dalam latihan fisik itu menggunakan senjata.

"Saya katakan kepada ustaz Abu Bakar Ba'asyir, tidak ada (penggunaan senjata) ustaz. Beliau langsung mengatakan 'alhamdulillah'," katanya.

Menurut dia, Ba'asyir mengaku khawatir jika petinggi FPI itu sampai salah jalan dengan melakukan latihan menggunakan senjata karena nantinya akan dijerat dengan undang-undang yang sangat berat.

"Saya katakan kepada ustaz Abu Bakar Ba'asyir, saya jamin, anak-anak kami latihan secara resmi, bahkan diketahui oleh Kodam, Kodim, dan Koramil setempat serta Polda, Polres, dan Polsek setempat tanpa menggunakan senjata," katanya.

Ia mengatakan latihan fisik yang digelar FPI ditujukan untuk kepentingan bela agama dan bela negara.

Oleh karenanya, setelah dirinya mendengar jika Ba'asyir dituduh terlibat dalam latihan militer di Aceh, dia menilai tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal.

Menurut dia, latihan militer tersebut sebenarnya dirancang oleh Sofyan Tsauri sesuai fakta-fakta persidangan terhadap terpidana kasus terorisme yang juga seorang desertir dari Brimob.

Dalam hal ini, kata dia, Sofyan Tsauri diketahui membujuk sejumlah peserta latihan fisik untuk mengikuti latihan menggunakan senjata tanpa sepengetahuan pimpinan organisasi masing-masing peserta.

Akan tetapi menjelang pelaksanaan pelatihan tersebut di Aceh, lanjut dia, lokasi pelatihan dikepung aparat keamanan dan Sofyan Tsauri melarikan diri.

"Sofyan Tsauri sudah ditangkap, sudah divonis, bahkan sekarang sudah pembebasan bersyarat. Jadi aneh, ada orang sebagai aktor utama yang mengakibatkan adanya korban jiwa, aktor utama yang menyediakan segala macam persenjataan dan amunisi, aktor utama yang menjebak generasi muda kita, kok hari ini sudah bisa gentayangan di tengah masyarakat," katanya.

Setelah mendengarkan kesaksian Habib Rizieq, majelis hakim memberi kesempatan kepada penasihat hukum Ba'asyir untuk menghadirkan satu orang saksi lainnya, yakni Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia dr. Joserizal Jurnalis.

Dalam kesaksiannya, Joserizal mengakui adanya sumbangan dana kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp150 juta melalui MER-C pada tanggal 15 April 2009 dan sebesar Rp150 juta pada tanggal 19 Maret 2011 melalui Tim MER-C untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Palestina.

Dia mengaku mengenal Ba'asyir sejak tahun 2000 karena pemimpin MMI itu dikenal sebagai orang yang selalu membela umat Islam di seluruh dunia.

"Beliau (Ba'asyir, red.) selalu mendorong kita untuk bersemangat dan komit membantu, bukan hanya orang Islam tetapi juga agama lain," katanya.

Menurut dia, Ba'asyir bukanlah orang yang memiliki banyak uang tetapi dititipi oleh simpatisannya untuk menyalurkan dana kemanusiaan.

Ia mengatakan tidak ada program latihan militer di MER-C pada tahun 2009 serta semua elemen masyarakat terlibat dan berpartisipasi dalam misi kemanusiaan.

"Saya tidak pernah mendengar ustaz Abu Bakar Ba'asyir menyerukan untuk mengangkat senjata," katanya.

Setelah mendengarkan kesaksian dari Joserizal, tim penasihat hukum memohon kepada majelis hakim memberi kesempatan untuk menyampaikan bukti tambahan berupa salinan pendapat terkait permintaan Mabes Polri untuk memasukkan masalah latihan militer ilegal ke dalam revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Ustaz ini terkait pelatihan (militer) ilegal dan dituduh berdasarkan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme, sedangkan dari pihak kepolisian sendiri baru minta itu (pelatihan militer ilegal, red.) dimasukkan di revisi. Artinya ada kekuatan bagi kami untuk membuktikan pada saat ustaz Ba'asyir disidangkan, sebetulnya pihak polisi atau penyidik itu tidak yakin bahwa ustaz Abu Bakar Ba'asyir masuk latihan militer ilegal tersebut," kata Ketua Tim Penasihat Hukum Ba'asyir, Mahendradatta.

Dia mengatakan pihaknya akan mencari salinan pendapat tersebut untuk dilampirkan dalam kesimpulan yang akan diambil pada sidang selanjutnya.

Terkait hal itu, Ketua Majelis Hakim Nyoto Hindaryanto memutuskan untuk melanjutkan sidang pada 9 Februari 2016 dengan agenda kesimpulan dan penandatanganan berita acara pemeriksaan.

Majelis hakim meminta agar pemohon PK (Abu Bakar Ba'asyir, red.) tetap dihadirkan dalam persidangan dan penasihat hukum menyiapkan salinan pendapat yang akan dijadikan sebagai bukti tambahan itu untuk dilampirkan dalam kesimpulan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saksi Sebut Ba'asyir Tak Terlibat Pelatihan Militer di Aceh

Saksi Sebut Ba'asyir Tak Terlibat Pelatihan Militer di Aceh

News | Selasa, 26 Januari 2016 | 13:43 WIB

Jaksa Keberatan Atas Upaya PK Ba'asyir

Jaksa Keberatan Atas Upaya PK Ba'asyir

News | Selasa, 26 Januari 2016 | 13:26 WIB

Terkini

Viral Sekelompok Pelajar Konvoi Pamer Sajam di Flyover Kalibata, Polisi Cek CCTV

Viral Sekelompok Pelajar Konvoi Pamer Sajam di Flyover Kalibata, Polisi Cek CCTV

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:20 WIB

Sopir Truk Dikeroyok di Tol Pekanbaru-Dumai, Pelaku Ditangkap

Sopir Truk Dikeroyok di Tol Pekanbaru-Dumai, Pelaku Ditangkap

Riau | Minggu, 20 September 2026 | 10:16 WIB

Dede Indra Permana: Kasus Ipda Yayat Harus Diusut Tuntas, yang Terlibat Harus Diproses

Dede Indra Permana: Kasus Ipda Yayat Harus Diusut Tuntas, yang Terlibat Harus Diproses

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:15 WIB

Berguru ke Surya Paloh, Timbalan PM Malaysia Pelajari Trik Gaet Pemilih Muda

Berguru ke Surya Paloh, Timbalan PM Malaysia Pelajari Trik Gaet Pemilih Muda

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:10 WIB

Menyambut Musim Durian: 5 Olahan Manis dan Gurih agar Tidak Bosan dan Mubazir

Menyambut Musim Durian: 5 Olahan Manis dan Gurih agar Tidak Bosan dan Mubazir

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 10:08 WIB

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 10:00 WIB

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 09:50 WIB

12 Kode Redeem FC Mobile 20 September 2026: Sikat Gems dan Pemain OVR Tinggi Jelang Anniversary

12 Kode Redeem FC Mobile 20 September 2026: Sikat Gems dan Pemain OVR Tinggi Jelang Anniversary

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 09:49 WIB

6 Cara Membersihkan Kipas Angin Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah Dilakukan Sendiri

6 Cara Membersihkan Kipas Angin Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah Dilakukan Sendiri

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 09:40 WIB

Eropa di Ambang Perang? Negara-negara NATO Siaga Satu Hadapi Ancaman Rusia

Eropa di Ambang Perang? Negara-negara NATO Siaga Satu Hadapi Ancaman Rusia

News | Minggu, 20 September 2026 | 09:11 WIB

×