Lima Kesulitan Polisi Pecahkan Misteri Pembunuhan Mirna

Siswanto

Kamis, 28 Januari 2016 | 11:25 WIB
Lima Kesulitan Polisi Pecahkan Misteri Pembunuhan Mirna
Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar prarekontruksi kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Senin (11/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Sudah tiga pekan, Polda Metro Jaya belum berhasil memecahkan misteri pembunuh pengusaha cantik, Wayan Mirna Salihin (27).

Mirna meninggal dunia beberapa menit usai minum es kopi Vietnam mengandung senyawa sianida di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/1/2016). Dua teman Mirna, Jessica Kumala Wongso (27) dan Hani (27), ada di lokasi saat peristiwa terjadi.

Kopi dingin yang diminum Mirna dipesan oleh Jessica yang datang duluan sebelum Mirna dan Hani tiba di kafe. Saat ini, Jessica dan Hani menjadi orang penting. Mereka jadi saksi kunci.

Meski polisi sudah punya dugaan-dugaan, ternyata tidak mudah menetapkan siapa tersangka pembunuh. Polisi mengakui tidak gampang memecahkannya. Apa saja kesulitan yang dihadapi polisi?

Awalnya, polisi tak bisa langsung usut

Setelah mendapat informasi kasus Mirna, Rabu itu, polisi tidak bisa langsung mengusut. Polisi harus menunggu persetujuan dari keluarga Mirna untuk dilakukan penyelidikan secara forensik. Tentu saja hal ini mengurangi kualitas penyelidikan.

Kurang alat bukti

Selasa (26/1/2016), Polda Metro Jaya ekspose penanganan kasus Mirna di hadapan jaksa penuntut umum di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Semua barang bukti digelar. Tapi, jaksa menyarankan kepada polisi agar menguatkan keterangan saksi ahli lagi agar mantap dalam menetapkan tersangka. Jaksa menilai alat bukti keterangan saksi ahli masih belum lengkap, meski polisi yakin sebenarnya sudah lengkap.

Alat bukti penting lainnya yang sampai sekarang belum ketemu adalah celana Jessica yang dipakai saat bersama Mirna. Katanya, celana itu dibuang pembantu Jessica.

Adanya senyawa sianida diragukan

Pengacara saksi Jessica, Yudi Wibowo Sukitno, meragukan kematian Mirna akibat senyawa sianida yang ditaruh di es kopi Vietnam sebagaimana dikatakan polisi. Soalnya, kalau yang jadi sebab adalah sianida, kata dia, tentunya teman Mirna, Hani, juga bernasib seperti Mirna karena dia ikut mencicipi es kopi Vietnam.

Opini publik

Polisi sudah punya dugaan siapa calon tersangka. Nama calon tersebut bocor dan tersebar luas, padahal alat bukti masih kurang. Opini pubik ini secara tidak langsung telah mengganggu fokus kerja penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Tidak ada yang mau bertanggungjawab

Sampai sekarang tidak ada yang mau mengakui bertanggungjawab atas kematian Mirna. Ini pula yang menjadi kesulitan polisi dalam memecahkan kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jessica Ngaku Pernah Dihipnotis Saat Diperiksa Polisi

Jessica Ngaku Pernah Dihipnotis Saat Diperiksa Polisi

News | Rabu, 27 Januari 2016 | 18:44 WIB

Terkini

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

×