Robek Sampai Selangkangan, Alasan Celana Jessica Dibuang

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Kamis, 28 Januari 2016 | 12:55 WIB
Robek Sampai Selangkangan, Alasan Celana Jessica Dibuang
Jessica datang ke Kantor Komnas HAM. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Keberadaan celana Jessica Kumala Wongso (27) yang diduga berkaitan dengan kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27), perempuan yang diracun zat sianida masih misterius. Polisi hingga kini belum bisa menemukan celana yang telah dibuang pembantu rumah tangga Jessica, berinisial SR, lantaran telah rusak.

Terkait hal tersebut, pengacara Jessica Andi Joesoef Maulana menjelaskan mengapa Jessica membuang celana tersebut. Alasannya, celana Jessica robek.

 Celana Jessica itu berjenis legging yang ketat. Sehingga mudah robek. Celana kliennya robek saat membawa Mirna ke Rumah Sakit Abdi Waluyo.

"Setelah saya selaku penasehat hukumnya menanyakan kepada yang bersangkutan, waktu saat antar almarhumah ini. Kan mobilnya tinggi susah turun, nah Jessica ini pakai celana yang ketat, legging itu sobek sampai selangkangan," kata Andi saat dihubungi suara.com, Kamis (28/1/2016).

 Dikatakan Andi, sesampainya di rumah, SR, menanyakan kepada Jessica soal celana tersebut.

"Setelah itu sampai di rumah dilepas celana itu. Ditanya pembantunya kok sobek celananya, kalau nggak dipakai di buang aja," kata Andi.

Dia juga mengaku tidak mengetahui polisi telah menemukan celana robek tersebut. Namun dia memastikan pihaknya juga turut membantu polisi untuk mencari celana tersebut hingga ke tempat pembuangan sampah di dekat kediaman Jessica.

 "Kalau itu kita nggak tau, tanya sama penyidiknya saja. Kita juga membantu sampai nyari ke tong sampah," katanya.

Meski tidak menemukan celana Jessica, polisi telah mengamankan baji kliennya untuk dijadikan sebagai barang bukti.

"Bahwa saat itu juga baju Jessica kan juga diambil sama penyidik untuk kepentingan penyidikan," kata Andi.

 Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murni belum mau mengungkapkannya soal alasan Jessica membuang celana robek dan apa pentingnya celana tersebut dalam kasus kematian Mirna.

"Sudah nanti saja, semua setelah eskpose saya sampaikan," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/1/2016).

Krishna mengatakan penyidik sengaja mengamankan dan merahasiakan keberadaan SR agar penyidik tidak kesulitan untuk menggali keterangan darinya.

 "Salah satu saksi kunci kami amankan. Jadi biar kami nggak jauh-jauh kalau dibutuhkan, biar nggak susah cari dia," kata Krishna, Jumat (22/1/2016) lalu.

Mirna meninggal dunia usai minum kopi mengandung sianida di kafe Olivier. Dua teman Mirna, Jessica dan Hani ada di meja yang sama saat peristiwa terjadi. Kedua teman Mirna pun menjadi saksi penting dalam kasus ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tujuh Misteri Kematian Mirna, Mirip Kasus Agen Rahasia Rusia

Tujuh Misteri Kematian Mirna, Mirip Kasus Agen Rahasia Rusia

News | Kamis, 28 Januari 2016 | 12:49 WIB

Jessica Ngaku Pernah Dihipnotis Saat Diperiksa Polisi

Jessica Ngaku Pernah Dihipnotis Saat Diperiksa Polisi

News | Rabu, 27 Januari 2016 | 18:44 WIB

Biasa Hidup di Luar Negeri, Jessica Ketakutan dengan Media

Biasa Hidup di Luar Negeri, Jessica Ketakutan dengan Media

News | Rabu, 27 Januari 2016 | 17:44 WIB

Jessica Ngaku Pernah Ditelepon Polisi yang Isinya Bikin Tak Enak

Jessica Ngaku Pernah Ditelepon Polisi yang Isinya Bikin Tak Enak

News | Rabu, 27 Januari 2016 | 17:08 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB