Suara.com - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas dengan para menteri dan kepala daerah untuk membahas pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba dan pembentukan Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/2/2016). Pemerintah ingin menjadikan destinasi wisata tersebut sebagai Monaco of Asia.
"Kami membahas pengembangan pariwisata Danau Toba. Kami ingin mengembangkan Danau Toba sebagai Monaco of Asia," kata Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, jelang rapat terbatas di kantor Presiden Joko Widodo.
Rizal menuturkan beberapa waktu lalu ia bersama para menteri kunjungan kerja ke Danau Toba. Kunjungan ini sekaligus untuk observasi guna merancang pembangunan infrastruktur yang mendukung dalam pengembangan wisata, misalnya akses yang mudah dan cepat dari Bandara Kualanamu, Medan.
"Beberapa minggu lalu kami ajak beberapa Menteri terkait ke sana dalam upaya rancangan infrastruktur, pelabuhan udara baru, pembersihan danaunya sendiri dan semua. Termasuk jalan baru dari Bandara Kualanamu ke Danau Toba bisa dicapai dalam waktu 1,5 jam, karena sekarang jarak tempuhnya empat jam lebih," katanya.
Menteri yang hadir dalam rapat terbatas yaitu Menko Kemaritiman dan Sumberdaya Rizal Ramli, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.
Sedangkan kepala daerah yang hadir berasal dari tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba.