Kumpulkan Humas, Jokowi Minta Mereka Tinggalkan Cara Kerja Lama

Siswanto, Erick Tanjung

Kamis, 04 Februari 2016 | 15:12 WIB
Kumpulkan Humas, Jokowi Minta Mereka Tinggalkan Cara Kerja Lama
Sehari setelah serangan di Starbucks dan pos polisi, Jalan M. H. Thamrin, Presiden Joko Widodo mengunjungi Departement Store Sarinah, di Jakarta, Jumat (15/1). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada semua bagian hubungan masyarakat kementerian dan lembaga non kementerian mampu merespon dengan cepat setiap ada masalah dan memberikan informasi kepada publik. Jokowi tak ingin menerima laporan bahwa kinerja mereka masih buruk.

"Jangan lagi saya mendengar bahwa masyarakat menemui humas saja sulit. Padahal kita yang harus mencari mereka (masyarakat) untuk memberikan informasi," kata Jokowi pada pertemuan dengan humas kementerian dan lembaga non kementerian serta BUMN di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Jokowi menambahkan jangan sampai pemerintah maupun BUMN yang telah bekerja keras, namun tidak diinformasikan ke publik dengan baik. Ia memerintahkan agar humas meninggalkan pola kerja lama.

"Bagaimana masyarakat akan tahu, informasikan apa yang telah dikerjakan. Gunakan cara-cara baru dalam menyampaikan informasi, tinggalkan pola-pola lama," katanya.

Jokowi mencontohkan beberapa hal yang seharusnya dapat diinformasikan kepada masyarakat, seperti Kredit Usaha Rakyat, dimana terjadi penurunan suku bunga 22-23 persen menjadi 11-12 persen, bahkan tahun ini akan diturunkan lagi menjadi sembilan persen. Hal itu harus disampaikan dengan mudah kepada masyarakat.

"Bagaimana masyarakat akan tahu jika tidak diinformasikan, karena KUR diperlukan masyarakat. Beritahukan juga cara mendapatkan KUR kepada masyarakat," kata Jokowi.

Jokowi mencontohkan tentang penenggelaman kapal yang menangkap ikan secara ilegal. Menurut dia jangan hanya berita kapalnya saja yang diangkat, tapi jelaskan bahwa pemerintah bertindak tegas dalam menghadapi kapal penangkap ikan ilegal.

Di bidang perminyakan misalnya, bagaimana pemerintah dapat membubarkan Petral yang telah ada selama puluhan tahun.

"Harus ada penjelasan karena merupakan sesuatu yang sangat besar sekali. Kenapa Petral bubar dan akhirnya rakyat dapat apa," tutur dia.

‎Presiden menekankan pentingnya melibatkan masyarakat. Ia memberi contoh cara baru dalam berkomunikasi, misalnya dengan mulai melibatkan masyarakat dalam program pemerintah maupun BUMN, misalnya apa nama jalan tol, bandara atau pelabuhan.‎

"Apa nama kereta cepat? Mungkin halilintar. Beri kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat," katanya.

"Kesampingkan ego sektoral. Kedepankan kebersamaan dan sinergi. Jangan hanya fokus pada masalah-masalah yang ada di kementeriannya saja," Jokowi menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Terima 13 Surat Kepercayaan Dubes

Jokowi Terima 13 Surat Kepercayaan Dubes

Foto | Rabu, 03 Februari 2016 | 16:02 WIB

Pariwisata Indonesia di 2015 Tumbuh Melebihi Pariwisata Dunia

Pariwisata Indonesia di 2015 Tumbuh Melebihi Pariwisata Dunia

Bisnis | Rabu, 03 Februari 2016 | 01:55 WIB

Jokowi Minta Disiapkan "Branding" Wisata Danau Toba

Jokowi Minta Disiapkan "Branding" Wisata Danau Toba

Bisnis | Rabu, 03 Februari 2016 | 01:51 WIB

Jokowi Minta Kinerja Sektor Pariwisata di 2016 Dipercepat

Jokowi Minta Kinerja Sektor Pariwisata di 2016 Dipercepat

Bisnis | Rabu, 03 Februari 2016 | 01:47 WIB

Jokowi Hadiri ASEAN-US Summit di Amerika

Jokowi Hadiri ASEAN-US Summit di Amerika

News | Senin, 01 Februari 2016 | 18:11 WIB

Terkini

Kerusakan Alat Lumpuhkan ATM 128 Bank, Pengelola Pastikan Bukan Serangan Siber

Kerusakan Alat Lumpuhkan ATM 128 Bank, Pengelola Pastikan Bukan Serangan Siber

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:37 WIB

Beras SPHP Diduga Dioplos, Begini Modus Mafia Beras Kelabui Konsumen

Beras SPHP Diduga Dioplos, Begini Modus Mafia Beras Kelabui Konsumen

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:27 WIB

Bikin Pengunjung Betah dan Ingin Kembali? Ini yang Perlu Dibenahi Tempat Wisata

Bikin Pengunjung Betah dan Ingin Kembali? Ini yang Perlu Dibenahi Tempat Wisata

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 16:22 WIB

Hasto Tuntaskan Soekarno Run Blitar, Acungkan Salam Tiga Jari di Garis Finish

Hasto Tuntaskan Soekarno Run Blitar, Acungkan Salam Tiga Jari di Garis Finish

News | Minggu, 08 November 2026 | 16:10 WIB

Juni and the Anything Tree, Suara Kecil Anak-Anak untuk Menyelamatkan Alam

Juni and the Anything Tree, Suara Kecil Anak-Anak untuk Menyelamatkan Alam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 16:10 WIB

3 Zodiak Paling Hoki dan Bahagia Hari Ini, Minggu 8 November 2026: Keberuntungan Besar Menanti Anda

3 Zodiak Paling Hoki dan Bahagia Hari Ini, Minggu 8 November 2026: Keberuntungan Besar Menanti Anda

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 16:07 WIB

ISIS Come Back! Sudah Serang Israel Sejak Sebulan Lalu

ISIS Come Back! Sudah Serang Israel Sejak Sebulan Lalu

News | Minggu, 08 November 2026 | 16:05 WIB

Helikopter Jatuh di Sungai Barito, Dua WNA Selamat, 1 Awak WNI Masih Dicari

Helikopter Jatuh di Sungai Barito, Dua WNA Selamat, 1 Awak WNI Masih Dicari

News | Minggu, 08 November 2026 | 15:59 WIB

Kemensos Sebut Adopsi 8 Anak WNI di Singapura Ilegal, Diduga Korban Sindikat Perdagangan Anak

Kemensos Sebut Adopsi 8 Anak WNI di Singapura Ilegal, Diduga Korban Sindikat Perdagangan Anak

News | Minggu, 08 November 2026 | 15:49 WIB

Update Terbaru! Apakah BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Sudah Bisa Dicek Awal November?

Update Terbaru! Apakah BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Sudah Bisa Dicek Awal November?

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 15:47 WIB

×