Jokowi Minta Kinerja Sektor Pariwisata di 2016 Dipercepat

Adhitya Himawan
Jokowi Minta Kinerja Sektor Pariwisata di 2016 Dipercepat
Kegiatan menyelam di perairan Wakatobi. [Shutterstock/Dan Exton]

Tujuannya agar akselerasinya mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kinerja sektor pariwisata dipercepat mulai tahun ini agar akselerasinya mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) dengan topik Rencana Pengembangan Destinasi Pariwisata Danau Toba dan Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (2/2/2016).

"Di tahun 2016 saya minta pertumbuhan di sektor pariwisata bisa dipercepat dan kita akselerasi dan juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

 Pada sektor itu, Presiden melihat bahwa usaha menengah dan usaha kecil juga bisa ikut berkembang.

Selain itu industri kreatif juga bisa semakin berkembang sehingga banyak lapangan kerja baru tercipta.

"Saya minta Menteri Pariwisata untuk melakukan percepatan di 10 destinasi wisata prioritas," katanya.

Langkah percepatan akselerasi pariwisata dilakukan antara lain dengan mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas menggunakan konsep "single destination single management".

"Diperlukan sebuah kecepatan terobosan baik regulasi maupun pekerjaan-pekerjaan di lapangan sehingga hasilnya segera bisa kita nikmati," katanya.

Pada kesempatan itu, khusus dibahas pengembangan Danau Toba agar konektivitas dan aksesibilitasnya diperkuat.

"Aksesibilitas baik yang berkaitan dengan pelabuhan dengan bandara dengan jalan, saya lihat dua minggu yang lalu atau tiga minggu lalu sudah dilakukan kunjungan ke Danau Toba oleh Pak Menko Maritim, Menteri PUPR, dan Menpar," kata Presiden.

Kepala Negara berharap hal itu bisa segera ditindaklanjuti di lapangan.

"Saya juga menekankan agar disiapkan branding untuk pemasarannya, pelayanan-pelayanan yang berstandar internasional, atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, desain yang menarik yang mempunyai kelas," kata Presiden.

Sebelumnya pemerintah menetapkan 10 destinasi wisata yang akan diprioritaskan pembangunan dan pengembangannya tahun ini. Pemerintah membutuhkan investasi senilai lebih dari USD20 miliar untuk pengembangan 10 destinasi wisata prioritas pada 2016.  

Destinasi tersebut adalah Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tengara Barat/NTB), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur/ NTT), Bromo-Tengger- Semeru (Jawa Timur), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung).

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) terkini, penduduk mancanegara yang berkunjung ke Indonesia selama tahun 2015 mencapai 10,41 juta kunjungan, dimana 9,73 juta merupakan kunjungan wisman, 370,9 ribu kunjungan WNA yang memasuki wilayah Indonesia melalui Pos Lintas Batas (PLB), dan sisanya (306,5 ribu) merupakan kunjungan singkat WNA lainnya.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Desember 2015 mencapai 913,8 ribu kunjungan atau turun 0,16 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Desember 2014 yang tercatat sebanyak 915,3 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan November 2015, jumlah kunjungan wisman Desember 2015 naik sebesar 17,46 persen. (Antara)

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS