Calon Investor Belitung 'Lari' karena Pasokan Listrik Minim

Pebriansyah Ariefana
Calon Investor Belitung 'Lari' karena Pasokan Listrik Minim
Sejumlah kapal lego jangkar di pulau Batu Berlayar, Belitung Barat, Kamis (26/3). (Antara)

"Sekarang saja smelter timah sampai berkarat karena tak ada listrik," kata bupati.

Suara.com - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung mengeluhkan minimnya pasokan listrik untuk mendukung potensi pariwisata di wilayah yang terkenal sebagai Negeri Laskar Pelangi itu.

Bupati Belitung Sahani Saleh, dalam peresmian pabrik kayu lapis PT Billiton Plywood, mengatakan banyak investor bisnis perhotelan datang ke wilayah itu untuk berinvestasi. Namun kemudian mereka mengurungkan niat karena pasokan listrik di wilayah tersebut masih sangat minim.

"Kita ini terhalang listrik. Padahal banyak investor ada banyak, mereka mau masuk pariwisata dan industri. Kalau ada listrik yang cukup, daerah ini akan bisa berkembang. Sekarang saja smelter timah sampai berkarat karena tak ada listrik," katanya di Belitung, Jumat (5/2/2016).

Sahani menjelaskan, kebutuhan listrik Kabupaten Belitung hingga 2020 diperkirakan mencapai 161 MW. "Ada pun saat ini baru sekitar 31 MW yang terpenuhi, masih jauh dari kebutuhan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan pemerintah akan mendorong pengembangan Belitung dari sektor kelistrikan. Ia menuturkan, Menteri ESDM Sudirman Said telah datang menemuinya untuk membahas investasi kelistrikan di Belitung.

"Dua hari lalu Menteri ESDM datang dan bicara soal Belitung. Katanya, bagaimana kalau Belitung ini diberi mekanisme khusus karena sudah terlalu lama padahal potensinya besar," jelasnya.

Terlebih dengan adanya kawasan pariwisata khusus Tanjung Kelayang yang menuntut dipercepatkan investasi kelistrikan di wilayah tersebut.

"Proses pendirian listrik di sini harus mekanisme khusus. Secara paralel kita undang investornya, juga PT PLN (Persero) untuk mewujudkan listrik di Belitung," katanya.

Lebih lanjut, mekanisme yang dimungkinkan adalah pemerintah daerah mengajukan besaran kebutuhan dan pemerintah pusat mengupayakan percepatan proses investasi dan realisasinya.

Hal itu, tambah dia, juga harus sejalan dengan perkembangan kebutuhan listrik seiring pembangunan di daerah tersebut. Franky sendiri mengaku telah membawa salah satu investor di sektor kelistrikan ke Belitung untuk melakukan peninjauan lokasi investasi.

"Saya bersama Pak Bupati inginnya ini bisa dengan teknologi baru tetapi pembangunannya lebih cepat," katanya.

Menurut Franky, realisasi investasi kelistrikan yang sedianya memakan waktu sekitar tiga tahun, akan dipercepat sehingga bisa selesai dalam waktu satu setengah tahun.

"Maka tadi kami melihat bagaimana transmisinya, lokasi dan sebagainya," katanya. (Antara)

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS