Komite III DPD Sambut Pembentukan Badan Otoritas Pariwisata

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 03 Februari 2016 | 15:04 WIB
Komite III DPD Sambut Pembentukan Badan Otoritas Pariwisata
Raja Ampat, Papua. (Shutterstock)

Komite III DPD RI menyambut baik wacana pembentukan Badan Otoritas Pariwisata yang digagas Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Pembentukan Badan Otoritas Pariwisata ditujukan untuk menggenjot promosi sepuluh destinasi wisata Indonesia. Demikian disampaikan Ketua Komite III DPD Hardi Slamat Hood dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (3/2/2016).

Pada rapat kemarin, Arief Yahya memaparkan bahwa tahun ini, pemerintah memprioritaskan promosi 10 destinasi pariwisata utama, yakni Tanjung Klayang (Belitung), Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

 “Kami menargetkan jumlah wisatawan mancanegara pada tahun ini sebesar 12 juta, atau meningkat 20 persen dibanding tahun lalu. Sementara, target untuk wisatawan nusantara mencapai 260 juta perjalanan. Untuk itu diperlukan promosi secara gencar untuk mencapai target itu,” ujarnya.

 Kementerian telah memperkenalkan branding Wonderful Indonesia dan terus melakukan promosi ke berbagai negara dengan tujuan untuk meningkatkan reputasi Indonesia. Hasilnya, kata Ariefbranding terus berkibar di mancanegara dan valuenya semakin menanjak, bahkan mengungguli Malaysia dengan branding Truly Asia-nya.

Namun, Arief menambahkan tugas lanjutannya adalah advertising dan selling. Dibutuhkan penataan pariwisata dalam negeri sehingga tidak mengecewakan para wisatawan.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komite III DPD Darmayanti Lubis menilai langkah pemerintah untuk membentuk Badan Otoritas sudah tepat. Ia mencontohkan untuk destinasi wisata Danau Toba yang memiliki potensi sangat besar namun tidak bisa dikelola dengan baik akibat tidak adanya kesepakatan diantara para bupati di sekitar Danau Toba.

Sedangkan Emma Yohana mengkhawatirkan kemampuan sektor pariwisata dalam negeri untuk memenuhi “janji manis” dari promosi yang dilakukan. Senator asal Sumatera Barat ini meminta pemerintah harus secara serius untuk membenahi sektor pariwisata dalam negeri sehingga tidak mengecewekan.

“Saya khawatir dengan “promise” yang disampaikan pada saat promosi, apabila tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan dan menjadi kecewa. Apakah janji itu bisa dipegang, jangan sampai jadi kapok pada akhirnya,” kata Emma.

Sementara itu, sejumlah anggota mempertanyakan tempat wisata di daerah pemilihannya yang tidak masuk dalam 10 destinasi pariwisata utama. Diantaranya, Mervin Komber dari Papua Barat yang mempertanyakan faktor-faktor yang digunakan dalam menentukan 10 tempat wisata sehingga menyebabkan Raja Ampat tidak masuk di dalamnya.

Senada dengan MervinDaryanti Uteng dari Jambi juga mempertanyakan beberapa tempat wisata di Jambi yang tidak masuk prioritas. Padahal, menurut DaryantiJambi memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik seperti Bukit Kaliyang, Jembatan Gentala dan kehadiran Suku Anak Dalam. Tak hanya itu, Anggota DPD RI dari Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna menilai Bali seharusnya menjadi destinasi wisata utama karena Bali merupakan pulau terbaik ke 2 di dunia dan terbaik pertama di Asia.

“Indonesia memiliki Bali sebagai destinasi wisata yang terbaik ke dua di dunia dan pertama di Asia. Bali seharusnya dikembangkan menjadi Bali Wood seperti Hollywood dan Chinawood,” ujarnya.

Aspirasi lain yang mencuat dalam raker tersebut adalah mengenai kebijakan penerbangan langsung (direct flight) dari luar negeri ke destinasi wisata. Anggota Komite III DPD RI asal Maluku Novita Anakotta meminta pemerintah untuk mengkaji kebijakan penerbangan langsung dari luar negeri ke daerah wisata.

Sementara itu, Ketua DPD RI Irman Gusman yang turut hadir membuka rapat kerja mengatakan dirinya optimis pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbesar untuk negara. Hal yang diperlukan saat ini adalah strategi promosi yang tepat dan langkah pembenahan sektor pariwisata dalam negeri.

Untuk itu, ia menilai pemerintah harus menggandeng daerah untuk bersinergi dan memiliki komitmen yang sama dalam membangun sektor pariwisata di masing-masing daerah.

“Saya optimis pariwisata akan jadi penghasil devisa terbesar seperti yang disampaikan pak Menteri, melalui strategi promosi yang tepat dan koordinasi dengan daerah maka potensi pariwisata bisa dikembangkan jauh lebih maju lagi,” tutur senator asal Sumatera Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pariwisata Indonesia di 2015 Tumbuh Melebihi Pariwisata Dunia

Pariwisata Indonesia di 2015 Tumbuh Melebihi Pariwisata Dunia

Bisnis | Rabu, 03 Februari 2016 | 01:55 WIB

Jokowi Minta Kinerja Sektor Pariwisata di 2016 Dipercepat

Jokowi Minta Kinerja Sektor Pariwisata di 2016 Dipercepat

Bisnis | Rabu, 03 Februari 2016 | 01:47 WIB

Jepang Didorong Investasi di Indonesia untuk Sektor Pariwisata

Jepang Didorong Investasi di Indonesia untuk Sektor Pariwisata

Bisnis | Kamis, 28 Januari 2016 | 15:17 WIB

Versi Pemerintah, Industri Pariwisata 3 Negara Ini Sering Curang

Versi Pemerintah, Industri Pariwisata 3 Negara Ini Sering Curang

Bisnis | Selasa, 26 Januari 2016 | 16:10 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×