Kakak Beradik Dibacok di Kamar saat Listrik Padam

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Sabtu, 05 Maret 2016 | 05:32 WIB
Kakak Beradik Dibacok di Kamar saat Listrik Padam
Ilustrasi pembunuhan [shutterstock]

Suara.com - Dua bersaudara, kakak-adik masing-masing Raji (8) dan adiknya Lesti (2) tewas secara menggenaskan. Mereka dibacok oleh orang tak dikenal di rumahnya di Desa Bintang Ninggi RT 1 Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (4/3/2016) malam sekitar pukul 18.45 WIB. Korban kakak beradik itu tewas di dalam kamar rumah orangtuanya, Muji dan ibunya Misrah (30).

Misrah juga menjadi korban dengan luka parah di bagian dahi, perut dan paha dan kini kritis di Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh.

"Saat kejadian listrik PLN di desa kami padam, sehingga tidak banyak warga yang tahu kejadiannya dan pelaku," kata Nursiah salah seorang keluarga korban ketika di temui di RSUD Muara Teweh, Jumat malam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian yang menggemparkan desa yang terletak di pinggiran Sungai Barito itu, dimulai ketika pada malam itu korban Misrah sedang makan di dapur rumahnya dan mendapati kedua anaknya sedang dalam kamar tanpa ada suara.

Setelah korban masuk kamar, pelaku juga masuk rumah korban yang tidak terkunci. Sebab anak korban paling tua bernama Yuni kelas 1 SMA sedang sholat Isya di masjid desa setempat.

Tanpa diketahui penyebabnya pelaku langsung melayangkan senjata tajam jenis parang ke tubuh Misrah yang mengakibatkan luka parah, setelah itu juga melayangkan senjatanya ke kedua kakak beradik itu dan kedua korban meninggal di tempat kejadian.

Saat kejadian rumah koban hanya diterangi lampu minyak karena listrik padam sehingga pelaku sulit dikenali, namun ibu korban masih sempat melihat pelaku menggunakan kaos putih dan celana warna merah lari di kegelapan malam.

Korban berupaya berteriak minta tolong kepada warga lainnya yang rumahnya memang berada di kawasan padat penduduk. Saat itu juga korban Misrah langsung dilarikan ke rumah sakit, sedangkan nyawa kedua anaknya tak bisa ditolong.

Ketika terjadi peristiwa itu, ayah korban, Muji sedang tidak berada di rumah karena bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di sektor perkayuan tidak jauh dari desa tempat tinggalnya.

Sampai saat ini pihak kepolisian dan warga setempat melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diperkirakan lari ke hutan belakang desa dan motif pembunuhan itu masih belum diketahui. (Antara)

BACA JUGA: 

Pengakuan Blaine, Blogger Penemu Serpihan Pesawat Diduga MH370

Perang Argumen Dewi Rezer-Marcellino Ini Isyarat Orang Ketiga?

Mirna Punya Asuransi 5 Juta Dolar AS, Pengacara: Jessica Dijebak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kejam, Riska Dicekik sampai Tak Bisa Nafas

Kejam, Riska Dicekik sampai Tak Bisa Nafas

News | Selasa, 01 Maret 2016 | 15:25 WIB

Polisi Rilis Sosok Riyanti yang Diduga Tewaskan Anak Kekasihnya

Polisi Rilis Sosok Riyanti yang Diduga Tewaskan Anak Kekasihnya

News | Sabtu, 27 Februari 2016 | 21:44 WIB

Kasus Tanah, Kepala Desa Diculik dan Dibunuh dengan Sadis

Kasus Tanah, Kepala Desa Diculik dan Dibunuh dengan Sadis

News | Kamis, 25 Februari 2016 | 11:31 WIB

Leher Pendeta Hindu Digorok saat Pimpin Doa di Dalam Kuil

Leher Pendeta Hindu Digorok saat Pimpin Doa di Dalam Kuil

News | Minggu, 21 Februari 2016 | 17:06 WIB

Gara-gara Kartu Merah Seorang Wasit Dibunuh Pemain

Gara-gara Kartu Merah Seorang Wasit Dibunuh Pemain

Bola | Rabu, 17 Februari 2016 | 09:06 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB