Ke Komisi III, Ratna Sarumpaet Bantah Ingin Gulingkan Ahok

Siswanto, Bagus Santosa

Selasa, 15 Maret 2016 | 16:01 WIB
Ke Komisi III, Ratna Sarumpaet Bantah Ingin Gulingkan Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (29/7). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Koordinator Gerakan Selamatkan Jakarta Ratna Sarumpaet bersama rombongan menemui anggota Komisi III DPR, Selasa (15/3/2016). Mereka mendorong Komisi III untuk mendesak KPK menuntaskan penanganan kasus pembelian lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat.

"Dari reformasi, kan cita-cita kita pemerintahan yang bersih. Kita memang menelusuri kasus ini (sumber waras), tidak peduli siapa yang terlibat di dalamnya. Ketika kebetulan yang terlibat diduga itu Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)," kata Ratna di DPR, Selasa (15/3/2016).

Menurut data yang dimiliki Ratna kasus pembelian tanah tersebut merugikan keuangan pemerintah daerah sebesar Rp191 miliar.

Laporan ini, menurut Ratna, bisa dijadikan langkah pencegahan supaya warga Jakarta tidak terjebak menjelang Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.

"Kan mau pilkada mumpung ini belum terjadi. Ini kan (kasus ini) hampir setahun. Kita sih sebagai masyarakat hanya mendorong, siapapun calon gubernurnya tidak masalah asal bersih. Karena kemacetan di KPK itu, kita merasa jangan-jangan KPK nya kurang bahan (soal sumber waras). Makanya bahan itu kita kasih ke sini," katanya.

Ratna membantah kedatangannya ke Komisi III merupakan bagian dari upaya menjegal Ahok yang sedang mempersiapkan diri maju ke pilkada lewat jalur non partai politik.

"Bukan menggulingkan, bila diantara salah satu calon lain pun misalnya terduga korupsi, kita juga pasti persoalkan. Tapi kan ini beliau (Ahok) incumbent juga dan kita nggak mau memunafikan harapan rakyat (yang dukung Ahok), jangan sampai nanti rakyat jadi kecewa," kata Ratna.

Pemerintah membeli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras senilai Rp800 miliar. Dananya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun 2014.

Menurut Badan Pemeriksa Keuangan proses pengadaan lahan tak sesuai dengan prosedur. BPK menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membeli tersebut dengan harga yang lebih mahal.

BPK menilai pembelian tahan tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp191 miliar.

BPK juga menemukan enam indikasi penyimpangan dalam proses pengadaan tanah yaitu penyimpangan dalam tahap perencanaan, tim, pengadaan pembelian lahan, penganggaran, penyerahan hasil, dan penentuan harga.

Namun, sejauh ini, KPK belum menemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut. KPK sampai saat ini masih terus mendalaminya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kalau Yakin Independen, Ahok Jangan Takut Revisi UU Pilkada

Kalau Yakin Independen, Ahok Jangan Takut Revisi UU Pilkada

News | Selasa, 15 Maret 2016 | 15:30 WIB

Ahok Terjerat Gratifikasi Kalau Sampai Buka Rekening Sumbangan

Ahok Terjerat Gratifikasi Kalau Sampai Buka Rekening Sumbangan

News | Selasa, 15 Maret 2016 | 15:04 WIB

Seperti Ini Gambaran di Balik Syarat Calon Independen Diperberat

Seperti Ini Gambaran di Balik Syarat Calon Independen Diperberat

News | Selasa, 15 Maret 2016 | 13:36 WIB

Punya 9 Wali, Jago PKS Ini Tak Gentar Hadapi 9 "Ahok" Naga

Punya 9 Wali, Jago PKS Ini Tak Gentar Hadapi 9 "Ahok" Naga

News | Selasa, 15 Maret 2016 | 13:18 WIB

Syarat Calon Independen akan Diperberat, Nasdem Pro Ahok Bereaksi

Syarat Calon Independen akan Diperberat, Nasdem Pro Ahok Bereaksi

News | Selasa, 15 Maret 2016 | 11:58 WIB

Terkini

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×