Armada Kapal AL Cina Bertolak dari Qingdao Menuju Padang

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Sabtu, 26 Maret 2016 | 18:01 WIB
Armada Kapal AL Cina Bertolak dari Qingdao Menuju Padang
Sebuah kapal patroli Penjaga Pantai Cina saat berada di Laut Cina Selatan. 26/3/2016 [Reuters/Erik De Castro/file]

Suara.com - Armada berisikan sejumlah kapal Angkatan Laut (AL) Cina dipastikan telah bertolak dari Pelabuhan Qingdao, Sabtu (26/3/2016), menuju perairan Indonesia. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh pihak Kementerian Pertahanan Cina, di tengah masih cukup panasnya hubungan kedua negara usai peristiwa pencurian ikan oleh kapal Cina di perairan Natuna.

Dalam pengumuman yang disampaikan melalui situs resminya, Kementerian Pertahanan Cina menyebut bahwa armada kapal perangnya itu akan mengikuti latihan perang sekaligus penanggulangan bencana, bersama 16 negara lainnya. Selain Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah, latihan ini juga melibatkan armada AL Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Latihan gabungan itu sendiri disebut akan dimulai di perairan Padang (Sumatera Barat) pada 12 April mendatang, serta berlanjut di pulau-pulau sekitarnya.

 
Diketahui, pekan lalu, kapal penjaga laut Indonesia menahan sebuah kapal ikan Cina yang telah mengambil ikan di kawasan Natuna yang masuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Namun saat itu, kapal penjaga pantai Cina coba ikut campur dan menghalang-halangi pihak Indonesia melakukan penangkapan.

Ketegangan antara kedua negara pun lantas muncul gara-gara peristiwa tersebut, dengan pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pihak Cina setidaknya telah melakukan tiga pelanggaran dalam insiden itu.

Seperti diketahui, Cina sendiri telah banyak menimbulkan ketegangan di kawasan Laut Cina Selatan (LCS) dan sekitarnya, terutama lewat klaim dan berbagai aktivitas kapal-kapal mereka. Sementara, sebagian kawasan di wilayah laut itu sendiri juga diklaim oleh beberapa negara Asia lain, termasuk Filipina, Malaysia, Brunei, hingga Vietnam.

Dalam pengumuman terpisah, pihak Cina sementara itu juga menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan Chang Wanquan dijadwalkan berkunjung hari ini ke Vietnam untuk menghadiri pembicaraan tingkat menteri. [Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Susi Minggu Ini Bakar Kapal Maling Ikan Malaysia dan Vietnam

Susi Minggu Ini Bakar Kapal Maling Ikan Malaysia dan Vietnam

Bisnis | Rabu, 16 Maret 2016 | 17:51 WIB

Terkini

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:58 WIB

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:45 WIB

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:29 WIB

Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi

Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:24 WIB

Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut

Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:17 WIB

Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:33 WIB

Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:32 WIB