Ini Harapan Keluarga Rinaldi, ABK WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Ruben Setiawan

Kamis, 31 Maret 2016 | 23:57 WIB
Ini Harapan Keluarga Rinaldi, ABK WNI yang Disandera Abu Sayyaf
Ilustrasi penculikan. (Shutterstock)

Suara.com - Keluarga Rinaldi salah satu korban yang disandera kelompok milisi bersenjata Abu Sayyaf di Filipina berharap bisa dibebaskan dengan selamat dan dipulangkan ke Indonesia.

"Kami selalu berdoa untuk keselamatan Aldi, semoga Tuhan memberinya perlindungan agar kami bisa berkumpul kembali," harap Hamsiar, tante Renaldi dengan wajah sedih di rumahnya jalan Tinumbu, lorong 132, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Menurut dia, sosok Rinaldi itu periang dan suka menolong orang serta berjiwa sosial. Sebelumnya korban pernah mengirim gambar kapal ditempat dia bekerja dan kapal itupun akhirnya dibajak para teroris di Filipina.

Meski Aldi diketahui pernah tinggal di Makassar dan mengambil identitas di kelurahan Layang untuk mengurus administrasi masuk sekolah pelayaran di Barombong, namun kampung kelahirannya berada di Towollu, Desa Lampenai, Wotu, Kabupaten Luwu Timur.

"Mohon didoakan agar semua selamat termasuk Aldi dan teman-temannya agar bisa pulang kembali bersama-sama," sebutnya sambil meneteskan air mata.

Pihak keluarga mendukung sepenuhnya langkah aparat keamanan guna membebaskan semua sandera. Selain itu meminta agar pemerintah terus memberi kabar perkembangan yang terjadi.

Rinaldi (24) merupakan anak pertama dari tiga bersudara pasangan Amiruddin dengan Roslian saat ini berdomisili di gang Merak I, jalan Pulau Irian, Kelurahan Gebang Rejo, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Sebelumnya Rinaldi bersama sembilan rekannya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di perairan Filipina. ke 10 WNI ini diketahui adalah awak dua kapal Indonesia yakni kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang dibajak kelompok milisi bersenjata pada 26 Maret 2016.

Kapal tersebut membawa 7.000 ton batubara berangkat dari Sungai Puting Kalimantan Selatan pada 15 Maret 2016 menuju Batangas Filipina Selatan. Saat pembajakan berlansung di perairan Tawi-tawi Filipina Selatan. Para pembajak meminta tebusan 50 juta peso atau setara Rp14,4 miliar.

Sementara Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar memerintahkan para Kapolres untuk mendampingi keluarga korban penyanderaan di Filipina oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Benar, laporan yang saya terima ternyata tiga dari 10 orang warga yang disandera itu ternyata orang Sulsel. Karenanya, saya langsung koordinasikan dengan pihak-pihak terkait termasuk Kapolres," ujarnya.

Ia mengatakan pendampingan kepada keluarga korban penyanderaan itu yakni memberikan perkembangan informasi atas upaya negosiasi yang dilakukan pemerintah.

"Saya perintahkan Kapolres agar mendatangi rumah korban. Berikan semangat, berikan perkembangan informasi dan kuatkan terus para keluarga dan ajak untuk selalu berdoa," katanya.

Selain Aldi dua korban sandera lainnya asal Sulsel yakni Suryanto, warga Jalan Andi Kolli, Siwa; dan Mahmud, warga Lingkungan benteng RT 1 Kelurahan Benteng, Pitumpanua merupakan warga Kabupaten Wajo, Sulsel. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:05 WIB

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:46 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:30 WIB

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:21 WIB

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB