Cina Sensor Pemberitaan Soal "Panama Papers"

Ruben Setiawan

Selasa, 05 April 2016 | 15:08 WIB
Cina Sensor Pemberitaan Soal "Panama Papers"
Logo firma Mossack Fonseca di Panama City. (Reuters)

Suara.com - Terseretnya sejumlah nama kepala negara, politisi, dan miliuner dunia dalam dokumen "Panama Papers" menjadi sorotan. Pemerintahan sejumlah negara terkait pun melakukan investigasi terhadap potensi pelanggaran orang-orang yang dituding menggunakan perusahaan offshore untuk mengemplang pajak dan melakukan pencucian uang tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, "Panama Papers" adalah sebutan untuk dokumen firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca, yang bocor ke publik. Mossack Fonseca sendiri merupakan perusahaan yang membantu orang-orang berduit menyembunyikan harta di negara-negara surga pajak (tax haven) untuk menghindari pajak tinggi di negara mereka.

Sejumlah nama yang terkait dengan nama-nama kepala negara dan politisi dunia muncul dalam dokumen tersebut. Beberapa diantaranya adalah teman dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Eslandia Sigmundur Gunnlaugsson, Perdana Menteri Ukraina Petro Poroshenko, Presiden Uni Emirat Arab Khalifa bin Zayed, Ayah Perdana Menteri Inggris David Cameron, Putra Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, dan banyak lainnya. Sejumlah nama pebisnis asal Indonesia pun disebut-sebut menggunakan jasa Mossack Fonseca.

Prancis, Australia, Selandia Baru, Austria, Swedia, dan Belanda adalah beberapa negara yang mengaku telah memulai investigasi atas laporan tersebut. Sementara itu, sejumlah negara lain, seperti Amerika Serikat dan Indonesia mengatakan masih akan melakukan penyelidikan awal.

Lain halnya dengan Cina. Cina memilih membatasi pemberitaan media lokal terkait isu tersebut. Seperti diketahui, nama putri mantan Perdana Menteri Cina Li Peng, Li Xiaolin dan suaminya Liu Zhiyuan, juga tercantum dalam dokumen tersebut. Selain itu, disebut pula soal adanya perusahaan-perusahaan offshore yang memiliki keterkaitan dengan keluarga Presiden China Xi Jinping.

Lansiran Reuters, upaya pencarian atas kata kunci "Panama" di mesin pencarian internet Cina memang memberikan hasil berupa pemberitaan-pemberitaan media Cina terkait topik hangat ini. Namun, sebagian besar link menuju berita tersebut tidak berfungsi.

Badan pengawas internet Cina belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

The Global Times, sebuah tabloid ternama yang dipublikasikan oleh media pemberitaan Partai Komunis Cina, People's Daily, pada Selasa (5/4/2016), memuat tulisan yang mengkritisi soal Panama Papers. Mereka menuding media-media Barat, dengan beking pemerintahan AS, menggunakan kebocoran data tersebut untuk menyerang tokoh-tokoh politik di negara-negara yang bukan sekutu Barat. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×