Tak Masuk Akal Sanusi Terima Rp 2 M Buat Modal Ikut Pilgub

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 12 April 2016 | 11:33 WIB
Tak Masuk Akal Sanusi Terima Rp 2 M Buat Modal Ikut Pilgub
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, M. Sanusi, berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/4/2016) malam. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman membantah isu yang menyebutkan uang Rp2 miliar yang diterima bekas Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra M. Sanusi dari bos PT. Agung Podomoro Land (Tbk) sebagai modal untuk ikut maju sebagai calon gubernur Jakarta pada pilkada Jakarta tahun 2017.

"Iya nggak masuk akal kalau untuk pendanaan di pilgub," kata Habiburokhman kepada Suara.com, Selasa (12/4/2016).

Menurut Habiburokhman motivasi pejabat negara korupsi cenderung dilatarbelakangi gaya hidup.

"Yang kalau orang korupsi kan macam-macam niatnya. Ada yang pengen nabung, hidup enak, ada yang pengen kawin lagi. Mungkinkan gitu," katanya.

Habiburokhman juga membantah kasus yang menyeret Sanusi melibatkan Partai Gerindra. Kalau ada isu yang menyebutkan demikian, menurut Habiburokhman, itu lawan politik sedang memanfaatkan situasi.

"Iya itu kan bentuk politisasi yang pengen dilontarkan oleh lawan-lawan politik Partai Gerindra. Ya silakan aja, tapi kan faktanya nggak ada," kata dia.

Mencuatnya kasus dugaan suap setelah KPK menciduk Sanusi dalam operasi tangkap tangan pada Kamis (31/3/3016) malam. Dia diduga menerima suap senilai Rp2 miliar dari staf PT. Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro.

Sehari setelah itu, Jumat (1/4/2016), Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja menyerahkan diri ke KPK.

Ketiga orang itu kemudian ditetapkan menjadi tersangka terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

KPK masih mendalami kasus tersebut. Semua yang dinilai punya kaitan akan diperiksa.

Bos PT. Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan telah dicekal untuk bepergian ke luar negeri. Staf magang di kantor Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Sunny Tanuwidjaja, dan Direktur PT. Agung Sedayu Group Richard Halim Kusuma juga telah dicekal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Skandal Reklamasi, KPK Periksa Pejabat-pejabat Podomoro Hari Ini

Skandal Reklamasi, KPK Periksa Pejabat-pejabat Podomoro Hari Ini

News | Selasa, 12 April 2016 | 11:19 WIB

Suap Reklamasi, KPK Kembali Panggil Wakil Balegda DPRD DKI

Suap Reklamasi, KPK Kembali Panggil Wakil Balegda DPRD DKI

News | Selasa, 12 April 2016 | 11:01 WIB

Ahok Serahkan ke KPK Soal Isu Suap Rp5 Miliar

Ahok Serahkan ke KPK Soal Isu Suap Rp5 Miliar

News | Selasa, 12 April 2016 | 10:44 WIB

Ahok Sering Ketemu Aguan, Kadang Makan Pempek Sebulan Sekali

Ahok Sering Ketemu Aguan, Kadang Makan Pempek Sebulan Sekali

News | Senin, 11 April 2016 | 21:28 WIB

Terkini

Hidangan Rumahan dan Suasana Hangat di Uma Oma Cafe Blok M, Ada Nasi Iga Penyet hingga Putu Cake

Hidangan Rumahan dan Suasana Hangat di Uma Oma Cafe Blok M, Ada Nasi Iga Penyet hingga Putu Cake

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:43 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:40 WIB

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:28 WIB

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 22:27 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:10 WIB

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:04 WIB

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 22:00 WIB

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 21:53 WIB

×