Haters Ahok Gantian Di-Bully, Diejek Kencing di Celana

Siswanto

Rabu, 13 April 2016 | 01:48 WIB
Haters Ahok Gantian Di-Bully, Diejek Kencing di Celana
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir memenuhi panggilan sebagai saksi di gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Setelah #AyoKPKKandangkanAhok menjadi trending topic di Twitter untuk zona Indonesia pada Selasa (12/4/2016) petang, setelah itu tiba-tiba muncul tandingan. #hatersAhokKencingDiCelana. Tagar ini sempat menjadi trending topic juga dalam beberapa jam mulai Selasa malam sampai Rabu (13/4/2016) dini hari.

Tanda yang pertama muncul ketika Ahok masih diperiksa KPK terkait kasus pengadaan tanah untuk pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat. 

Sedangkan tanda yang kedua muncul setelah Ahok selesai menjalani pemeriksaan selama 12 jam atau setelah sekitar jam 21.30 WIB.

Konten yang disertai #hatersAhokKencingDiCelana berbeda jauh dengan #AyoKPKKandangkanAhok yang isinya rata-rata untuk mengejek Ahok habis-habisan. 

Gantian, isi #hatersAhokKencingDiCelana rata-rata untuk mengejek mereka yang tak menyukai Ahok.

Salah satu topik yang dikomentari ialah pernyataan Ahok usai diperiksa KPK. Usai diperiksa, Ahok mengklarifikasi hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan yang menemukan ada kerugian negara dalam pembelian tanah untuk RS Sumber Waras sebesar Rp191 miliar. Menurut Ahok, audit itu ngaco. Ahok menuding BPK menyembunyikan kebenaran dari RS Sumber Waras.

Salah satu pengguna Twitter menulis: Bocor bocor bocor #HatersAhokKencingdiCelana makanya kalau jd ketua Badan Pemeriksa harus pakai pampers, jng pembalut yg dipakai.

Pengguna akun Twitter yang lainnya menambahkan: Ada orang bener malah dibenci, orang yang membawa perubahan baik harusnya didukung #HatersAhokKencingdiCelana

Banyak netizen yang mengapresiasi kemunculan hastag ini.

Yang buat #HatersAhokKencingdiCelana mungkin udah gerah dengan tingka laku  haters ahok yg selalu buat dosa, tulis salah satu pemilik akun.

Masalah Sumber Waras semakin mengemuka setelah ada laporan hasil pemeriksaan BPK ke KPK. BPK menilai pemerintah tidak tepat dalam menentukan patokan harga nilai jual objek pajak sehingga yang dibayarkan pemerintah mengalami penggelembungan. Pemerintah Jakarta berpatokan pada NJOP di Jalan Kyai Tapa sebesar Rp20 juta. Sementara menurut BPK acuan harga beli bisa didasarkan pada nilai NJOP di Jalan Tomang Utara yang cuma Rp7 juta.

Tapi, Ahok kemudian mengklarifikasinya saat dipanggil KPK. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Audit Sumber Waras, Ahok: yang Pasti, BPK Sembunyikan Kebenaran

Audit Sumber Waras, Ahok: yang Pasti, BPK Sembunyikan Kebenaran

News | Selasa, 12 April 2016 | 22:28 WIB

Terkini

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:28 WIB

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:23 WIB

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:20 WIB

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:18 WIB

×