Surat Panggilan Salah Alamat, Hasnaeni Belum Jadi Diperiksa

Arsito Hidayatullah, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 15 April 2016 | 10:31 WIB
Surat Panggilan Salah Alamat, Hasnaeni Belum Jadi Diperiksa
Hasnaeni Moein saat bertemu warga Jakarta. [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Polda Metro Jaya tampaknya pagi ini batal memeriksa kader Partai Demokrat, Mischa Hasnaeni Moein, terkait kasus dugaan penipuan tender proyek di Jayapura. Kasus ini sebelumnya dilaporkan seorang pengusaha bernama Abu Arief Hasibuan.

Pengacara Hasnaeni, Budi Setiawan, mengatakan jika batalnya pemanggilan tersebut lantaran surat panggilan yang dikirimkan polisi berbeda dengan alamat tempat tinggal kliennya.

"Iya, betul (pemanggilan batal). Panggilan 1 & 2 ke Lebak Bulus. Sedangkan ibu (Hasnaeni) tinggal di Kemang," kata Budi saat dikonfirmasi Suara.com, Jumat (15/4/2016).

 
Menurut Budi, hingga kini pihaknya belum menerima surat pemanggilan polisi terkait kasus dugaan penipuan tersebut.

"Belum ada panggilan resmi, pak," kata Budi.

Sebelumnya, polisi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Hasnaeni hari ini. Perempuan yang berjulukan "Wanita Emas" itu bakal diperiksa terkait kasus dugaan penipuan proyek tender di Jayapura pada tahun 2014 lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan, Hasnaeni pernah tidak datang lantaran surat panggilan polisi berbeda dengan alamat tinggalnya.

"Karena surat panggilan sudah dilayangkan ke rumah yang berbeda. Kemarin dia (Hasnaeni) klarifikasi tidak terima panggilan," kata Krishna, Kamis (14/4).

Setelah itu, kepolisian pun menjadwalkan ulang pemanggilan kepada Hasnaeni. Dia dijadwalkan diperiksa Jumat ini. Menurut Krishna pula, Hasnaeni sudah mengatakan akan kooperatif dengan memenuhi panggilan polisi.

"Yang bersangkutan akan janji Jumat datang, untuk klarifikasi fakta-fakta yang diselidiki," katanya.

Adapun dugaan penipuan tersebut tercatat dengan laporan polisi LP/4336/XI/2014/2014/PMJ Dit Reskrimum. Atas laporan tersebut, Hasnaeni yang berhasrat maju di Pilkada DKI 2017, itu bisa dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hasnaeni Pernah Tak Datang Ketika Dipanggil Polda

Hasnaeni Pernah Tak Datang Ketika Dipanggil Polda

News | Kamis, 14 April 2016 | 14:44 WIB

Besok, Hasnaeni Diperiksa Polda Metro Kasus Tender Proyek

Besok, Hasnaeni Diperiksa Polda Metro Kasus Tender Proyek

News | Kamis, 14 April 2016 | 12:55 WIB

Kapolda: Hasnaeni Masih Saksi, Belum Tentu Langsung Jadi TSK

Kapolda: Hasnaeni Masih Saksi, Belum Tentu Langsung Jadi TSK

News | Rabu, 13 April 2016 | 15:53 WIB

Dipolisikan, Hasnaeni: Pohon Makin Tinggi, Angin Makin Kencang

Dipolisikan, Hasnaeni: Pohon Makin Tinggi, Angin Makin Kencang

News | Rabu, 13 April 2016 | 12:34 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×