Ahok Sering Beri Walkot Jakut Uang Kondangan, Dilarang Buat Golf

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 25 April 2016 | 15:17 WIB
Ahok Sering Beri Walkot Jakut Uang Kondangan, Dilarang Buat Golf
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir memenuhi panggilan sebagai saksi di gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku rutin memberikan uang operasionalnya kepada Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi sebesar Rp50 juta untuk menghadiri acara-acara perkawinan warga.

Tetapi, Ahok berpesan kepada Rustam agar uang tersebut jangan sampai disalahgunakan untuk bermain golf, mengingat Rustam merupakan pejabat yang suka golf.

"Pelantikan 2 Januari 2015 sudah bisik-bisik (beberapa pejabat), saya kan banyak intel, sudah bisik-bisik mau main golf salah satunya dia, lalu saya panggil 'eh lu kalau mau main golf silakan main ya', yang penting kerjaan beres," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/4/2016).

Ahok tidak menyoal hobi Rustam bermain golf. Bagi Ahok, yang penting dia bertanggungjawab dengan pekerjaan sebagai aparatur negara.

"Terus dia bilang pak paling seminggu dua kali pak, sekarang dua minggu sekali, boleh nggak (saya bilang) oh boleh. Lalu kalau mau kawinan gimana saya kasih Rp50 juta sebulan, nih Rp50 juta uang operasional saya, tapi jangan buat main golf yah, ini buat kawinan warga," kata Ahok.

Ahok juga berpesan kepada Rustam maupun pejabat lainnya agar jangan main politik praktis. Terkait pesan Ahok yang terakhir ini, sebelumnya sempat membuat Rustam kesal dan curhat di Facebook. Soalnya, Rustam dituduh Ahok kongkalingkong dengan Yusril Ihza Mahendra, ketua umum PBB, yang sekarang berhasrat menjadi gubernur Jakarta.

"Beberapa kali pelantikan saya sampaikan, jangan main politik, memang ini orang sekolah politik, aktivis main sama partai, bagi saya FB itu politik, bilang sakit hati," kata Ahok.

Ahok mengungkapkan sebelum menjadi pemimpin Jakarta, Ahok sudah mendengar di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ada geng golf. Konon, pejabat yang tidak bisa bermain golf akan susah naik jabatan.

"Dulu bisa ke luar negeri main golf, yang sisa eselon II yang masih main golf tinggal wali kota Jakarta Utara, dulu Heru Budi Hartono nggak bisa naik pangkat karena nggak bisa main golf dia, Sekda nggak bisa main golf, dulu jangan harap kalau nggak bisa main golf di Jakarta mau naik pangkat, karena gub golf, jadi dia ada geng," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Ungkap Ada 'Geng Golf' di Zaman Foke, Apa Itu?

Ahok Ungkap Ada 'Geng Golf' di Zaman Foke, Apa Itu?

News | Senin, 25 April 2016 | 12:29 WIB

Ternyata Ini yang Membuat Ahok Kesal dengan Wali Kota Jakut

Ternyata Ini yang Membuat Ahok Kesal dengan Wali Kota Jakut

News | Senin, 25 April 2016 | 12:07 WIB

Ahok Curiga Pemotor Ikut Demo Buruh 1 Mei

Ahok Curiga Pemotor Ikut Demo Buruh 1 Mei

News | Senin, 25 April 2016 | 11:22 WIB

KPK Kembali Periksa Staf Khusus Ahok

KPK Kembali Periksa Staf Khusus Ahok

News | Senin, 25 April 2016 | 10:54 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB