1965, Fahri Hamzah: Jokowi Harus Jadi Aktor Rekonsiliasi

Siswanto, Bagus Santosa

Senin, 25 April 2016 | 20:43 WIB
1965, Fahri Hamzah: Jokowi Harus Jadi Aktor Rekonsiliasi
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah [suara.com/Nur Habibie]

Suara.com - Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah mendukung Presiden Joko Widodo menjadi tokoh dalam upaya rekonsiliasi peristiwa 1965.

"Saya tetap dari dulu berpandangan presiden harus menjadi aktor bagi rekonsiliasi bangsa. Saya lebih fokus dia sebagai pembangun kohesi sosial dia harus menjadi tokoh solidarity maker," kata Fahri di DPR, Senin (25/4/2016).

Namun, dia berharap langkah Presiden tidak sepotong-potong supaya beban masa lalu bisa hilang seutuhnya. Fahri mengaku ini langkah yang sulit. Sebab, pemerintah mengakui kesalahannya.

"Ini ide besar, perlu tidak saja pikiran, tapi juga kemantapan hati menjadi seorang sosial integrator. Menjadi orang yang melakukan rekonsiliasi secara massif," ujarnya.

Dia berharap Presiden Jokowi mencari cerita dari semua sisi. Supaya upaya rekonsiliasi ini berjalan dengan baik.

"Semua, ini bukan cuma dua ini, berani nggak. Itu memerlukan kapasitas untuk memimpin. Ini bisa menyebabkan luka lama bangkit dan bisa tidak produktif untuk bangun integrasi kita," ujarnya.

‎Seperti diketahui, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan dipanggil Presiden Jokowi untuk pembahasan kasus pelanggaran HAM, termasuk tragedi 1965.

"Tadi laporan mengenai masalah HAM, PKI dan HAM segala macam," kata Luhut di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/4/2016).

Luhut mengatakan Presiden Jokowi menginstruksikan mencari kebenaran perihal kuburan massal dari korban tragedi 1965. Presiden, katanya, ingin mengetahui kepastian ada tidaknya ratusan ribu orang yang meregang nyawa pada tragedi tersebut.

"Presiden tadi memberitahu bahwa memang disuruh cari saja kalau ada kuburan massalnya itu. Jadi selama ini berpuluh-puluh tahun kita selalu dicekoki bahwa sekian ratus ribu yang mati. Padahal sampai hari ini belum pernah kita menemukan satu kuburan massal," ujar Luhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Isi Simposium Tragedi 65 Siap Direkomendasikan Kepada Jokowi

Isi Simposium Tragedi 65 Siap Direkomendasikan Kepada Jokowi

News | Selasa, 19 April 2016 | 21:11 WIB

Lantunan 'Padamu Negeri' Lengkapi Keharuan Penutupan Simposium 65

Lantunan 'Padamu Negeri' Lengkapi Keharuan Penutupan Simposium 65

News | Selasa, 19 April 2016 | 19:57 WIB

Rekonsiliasi Kasus 1965 Harus Dimulai Dari Diri Sendiri

Rekonsiliasi Kasus 1965 Harus Dimulai Dari Diri Sendiri

News | Selasa, 19 April 2016 | 12:30 WIB

Hari Kedua Simposium Nasional Tragedi G30S 1965 Kembali Digelar

Hari Kedua Simposium Nasional Tragedi G30S 1965 Kembali Digelar

News | Selasa, 19 April 2016 | 10:36 WIB

Kisah Eks Penyanyi Istana Era Soekarno yang Dipenjara 7 Tahun

Kisah Eks Penyanyi Istana Era Soekarno yang Dipenjara 7 Tahun

News | Senin, 18 April 2016 | 21:24 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×