Hari Kedua Simposium Nasional Tragedi G30S 1965 Kembali Digelar

Adhitya Himawan, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 19 April 2016 | 10:36 WIB
Hari Kedua Simposium Nasional Tragedi G30S 1965 Kembali Digelar
Simposium Tragedi 30 September 1965 di Jakarta, Selasa (19/4/2016). [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]

Hari ini merupakan hari kedua digelarnya Simposium Nasional 65 "Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan" yang difasilitasi oleh Menteri Hukum dan HAM dan Dewan Pertimbangan Presiden di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (18/4/2016). Simposium Nasional diselenggarakan selama dua hari yakni tanggal 18 April hingga 19 April 2016 di Hotel Aryaduta. 

Adapun materi hari kedua akan dibahas materi Kesejarahan  bangsa Indonesia yakni konstruksi bangunan ingatan terhadap tragedi 1965, dengan tujuan upaya memelihara ingatan tragedi 1965 Yang dilakukan masyarakat, sekaligus pola relasi sosiokultural yang muncul.

Lalu sesi kedua dengan kesejarahan bangsa Indonesia, bertema  Masyarakat Indonesia pada masa reformasi, dengan konsep penyelesaian pelanggaran HAM berat.

Selain itu di sesi ketiga, Simposium Nasional membahas tema kesejarahan   bangsa Indonesia, dengan tema masyarakat Indonesia pasca 1998. Adapun tujuan materi yakni gambaran tentang pemulihan korban atau penyintas di tingkat masyarakat, warga serta Jangkauan dan tantangan.

Kemudian di sesi empat, peserta akan diberikan materi tentang kesejarahan bangsa dengan tema masyarakat Indonesia masa depan. Materi tersebut bertujuan untuk menelaah terhadap upaya memaknai kembali hidup berbangsa berdasarkan penghormatan terhadap kemanusiaan  keadilan, nilai-nilai moral dan etika.

Ketua Panitia Pengarah Simposium Nasional Agus Widjojo mengatakan kerangka dasar yang menjadi pertimbangan diselenggarakannya Simposium Nasional 'Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan' yang digelar dua hari yakni 18 April - 19 April 2016, yakni dalam bentuk rekonsiliasi kepada korban pelanggaran HAM berat.

Selain itu, adanya Simposium Nasional bisa mengetahui secara lebih dalam  apa yang salah dalam tragedi 1965 melalui metode  pendekatan sejarah.

"Kita bisa mengetahui lebih dalam soal apa yang salah di masa lalu, kali ini kita pakai pendekatan sejarah," ujar Agus di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (18/4/2016).

Lebih lanjut hasil dari Simposium Nasional kata Agus nantinya menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah.

"Setelah kita cari tahu akar masalahnya, soal kenapa bangsa kita mampu membunuh sesama sebangsa dalam jumlah besar dan waktu berkesinambungan,"ungkapnya.

Untuk diketahui, Simposium Nasional dihadiri juga oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, kalangan akademisi, pegiat hak asasi manusia, korban pelanggaran HAM  berat dan organisasi korban, perwakilan partai politik  serta perwakilan dari lembaga-lembaga pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:10 WIB

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 09:20 WIB

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 07:38 WIB

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 18:05 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S

Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S

Your Say | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:10 WIB

11 Tahun di Penjara, Korban Tragedi 1965: kalau Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Kami Tidak Rela!

11 Tahun di Penjara, Korban Tragedi 1965: kalau Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Kami Tidak Rela!

News | Selasa, 04 November 2025 | 15:43 WIB

Potret Presiden Prabowo Pimpin Langsung Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025

Potret Presiden Prabowo Pimpin Langsung Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025

Foto | Rabu, 01 Oktober 2025 | 17:00 WIB

"Mundur Kebangetan!" Sejarawan Geram Pemerintah Paksakan Narasi Tunggal G30S/PKI

"Mundur Kebangetan!" Sejarawan Geram Pemerintah Paksakan Narasi Tunggal G30S/PKI

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 11:00 WIB

Arsitektur Sunyi 'Kremlin', Ruang Siksa Rahasia Orba yang Sengaja Dilupakan

Arsitektur Sunyi 'Kremlin', Ruang Siksa Rahasia Orba yang Sengaja Dilupakan

Liks | Selasa, 30 September 2025 | 19:26 WIB

Terkini

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai

Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Kredit Baru Diprediksi Naik, Industri Pengolahan Jadi Sektor Prioritas Perbankan

Kredit Baru Diprediksi Naik, Industri Pengolahan Jadi Sektor Prioritas Perbankan

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:30 WIB

×