Tentara Filipina Temukan Kepala Usai Batas Waktu Tebusan Habis

Ruben Setiawan

Selasa, 26 April 2016 | 00:02 WIB
Tentara Filipina Temukan Kepala Usai Batas Waktu Tebusan Habis
Garis Polisi [Shutterstock]

Suara.com - Tentara Filipina menyatakan satu kepala manusia yang sudah dalam kondisi rusak ditemukan di sebuah pulau terpencil pada Senin, lima jam setelah terlewatinya batas waktu tuntutan uang tebusan yang diberlakukan kelompok militan.

Kelompok itu mengancam akan mengeksekusi salah seorang dari empat sandera.

Tentara belum segera mengonfirmasi apakah kepala itu adalah salah seorang empat orang sandera. Kelompok Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan Al Qaida telah menuntut uang tebusan.

Para sandera terdiri atas dua pria asal Kanada, seorang pria Norwegia dan seorang wanita Filipina, yang telah memohon lewat sebuah video kepada para keluarganya dan pemerintah negara-negara itu untuk menjamin pembabasan mereka.

"Kami sangat hat-hati, kami tak dapat menyatakan kepala siapa itu," kata juru bicara tentara Mayor Felimon Tan kepada wartawan, dan menambahkan bahwa pengujian akan dilakukan untuk mengidentifikasi korban tersebut.

Para warga menemukan kepala itu di pusat kota Jolo. Tan mengatakan dua orang pria yang mengendarai sepeda motor terlihat membuang sebuah tas plastik berisi kepala manusia yang sudah rusak.

Menurut dia, para militan Abu Sayyaf telah mengancam akan memancung salah seorang dari empat sandera pada Senin jika tuntutan uang tebusan sebesar 300 juta peso (6,4 juta dolar AS) untuk masing-masing sandera jika tidak dibayar pada pukul 15 waktu setempat.

Tuntutan pertama yang diajukan sebesar satu miliar peso bagi masing-masing sandera tersebut. Mereka diculik dari di sebuah kawasan resor di Pulau Samal pada 21 September.

Tentara menerima informasi intelejen bahwa kelompok militan itu telah melakukan eksekusi di luar kota Patikul di Pulau Jolo, yang dikenal sebagai benteng pemberontak.

"Kami belum tahu siapa yang dieksekusi," ujar Tan.

Kelompok Abu Sayyaf merupakan grup militan kecil tapi bengis karena memancung, menculik, mengebom dan aksi-aksi kejahatan lain di Filipina.

Seorang sandera asal Malaysia dipancung November tahun lalu pada hari yang sama perdana menteri negara itu tiba di Manila untuk menghadiri sebuah konferensi tingkat tinggi internasional. Presiden Filipina Benigno Aquino memerintahkan tentara untuk meningkatkan aksi terhadap para militan.

Kelompok itu juga menahan sejumlah orang asing termasuk satu orang dari Belanda, seorang warga Jepang, empat warga Malaysia dan 14 awak kapal tunda dari Indonesia. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Usai Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah

Usai Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:53 WIB

Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat

Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16 WIB

KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar

KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:34 WIB

Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG

Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:59 WIB

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:31 WIB

Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu

Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:58 WIB

Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi

Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:32 WIB

The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri

The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:18 WIB

Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus

Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:13 WIB

Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai

Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:00 WIB

×