Ini Penjelasan PDIP Soal Isu Usung Risma dan Duet dengan Gerindra

Siswanto

Senin, 09 Mei 2016 | 12:47 WIB
Ini Penjelasan PDIP Soal Isu Usung Risma dan Duet dengan Gerindra
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono bersama Ketua DPD Gerindra DKI Muhammad Taufik. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menegaskan tidak pernah membuat poster bertuliskan Posko Karisma Jakarta, Risma For DKI 1 maupun akun di media sosial Twitter @Karisma_Jakarta untuk pencalonan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi calon gubernur Jakarta periode 2017-2022.

"Secara struktural kami tidak pernah membuatnya. Mungkin itu muncul karena ide perorangan saja," kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono kepada Suara.com, Senin (9/5/2016).

Ketika ditanya lebih jauh apakah sebenarnya PDI Perjuangan hanya menerapkan test the water atau ingin mendapatkan umpan balik dari kampanye tersebut, Gembong kembali menegaskan bahwa secara organisasi, partainya tidak pernah melakukan kampanye tersebut.

"Itu dinamika politik. Saya katakan demikian karena barangkali ada kader di luar struktural partai yang ingin menjajaki respon publik ke Bu Risma. Tapi sekali lagi, partai belum ke arah itu," katanya.

Gembong mengungkapkan sejak penjaringan bakal calon gubernur Jakarta dibuka sampai ditutup, DPD PDI Perjuangan mendapatkan 34 nama, baik tokoh internal PDI Perjuangan maupun eksternal. Dari puluhan nama yang masuk daftar, tidak ada nama Risma.

"Minus Bu Risma. Kan ada dua pintu dalam penjaringan, lewat pendaftar dan pengusulan. Dari dua pintu untuk DKI 1 tidak ada Bu Risma.

Ke 34 nama yang masuk penjaringan, kata Gembong, saat ini sedang digodok di tingkat DPP PDI Perjuangan. Hari Rabu (11/5/2016, mereka akan menjalani psikotest.

Meski Risma tak masuk daftar penjaringan, kata Gembong, tetap ada peluang menjadi calon dari PDI Perjuangan. Peluangnya lewat pintu penugasan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Bisa saja itu. Kalau dipandang oleh partai melalui itung-itungan yang bersangkutan layak, bisa. tidak masalah," katanya.

Secara diplomatis Gembong mengatakan semua tokoh yang masuk penjaringan PDI Perjuangan, untuk posisi sekarang, sama-sama punya peluang diusung jadi calon DKI 1.

"Cuma nanti soal tinggi rendahnya, tergantung hasil psikotes. Untuk sekarang, belum bisa menduga-duga. Tahapan baru berjalan. Setelah psikotes, nanti ada fit and proper test. Selanjutnya, partai melakukan survei internal. Semua yang menyelenggarakannya tingkat DPP," katanya.

Meski PDI Perjuangan bisa mengusung sendiri pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta periode 2017-2022, mereka tetap membuka koalisi dengan partai lain. Tetapi, siapa yang akan diajak koalisi, sampai sekarang belum diputuskan, tetapi isunya PDI Perjuangan sedang berkomunikasi dengan Partai Gerindra.

Kemarin, Minggu (8/5/2016), sejumlah kader PDI Perjuangan memenuhi undangan menghadiri rapat kerja daerah Partai Gerindra untuk menentukan langkah politik Gerindra di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat. Kader yang hadir di antaranya Wakil Gubernur Jakarta yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi Djarot Saiful Hidayat serta Gembong.

Ketika ditanya, apa makna kedatangan tersebut, apakah sinyal PDIP Perjuangan akan duet lagi dengan Gerindra.

"Itu biasa saja. Itu antar partai. Kami koordinasi politik, komunikasi politik. Biasa saja," kata Gembong.

Gembong mengatakan tak tertutup kemungkinan PDI Perjuangan dan Gerindra duet.

"Itu mungkin saja, kalau nanti berkoalisi dengan Gerindra mungkin saja," katanya.

Tetapi ketika ditanya berapa persentase PDI Perjuangan akan memutuskan duet dengan Gerindra, secara diplomatis, Gembong mengatakan persentasenya masih sama dengan posisi PDI Perjuangan kepada partai-partai politik yang lainnya.

"Kami untuk posisi sekarang belum prioritaskan partai A, B, C," kata dia.

Yang jelas, kata dia, kalau nanti terjadi koalisi, PDI Perjuangan mengambil posisi calon gubernur.

"Tetapi, sekali lagi, itu semua masih belum diputuskan sekarang. Mengingat, PDI Perjuangan sedang menggodok 34 nama yang masuk penjaringan. Kemudian, juga PDI Perjuangan masih sisakan dua pintu, pintu sekarang, kemudian pintu penugasan (dari ketua umum). Kalau tidak ada pintu penugasan, kita tentu ke 34 nama itu," kata Gembong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Syarat Risma Bisa Dijagokan PDIP untuk Lawan Ahok

Syarat Risma Bisa Dijagokan PDIP untuk Lawan Ahok

News | Minggu, 08 Mei 2016 | 16:48 WIB

Terkini

Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?

Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:51 WIB

'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN

'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:09 WIB

Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar

Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:05 WIB

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:13 WIB

KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim

KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:06 WIB

Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim

Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:38 WIB

Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli

Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:20 WIB

WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa

WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:09 WIB

Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan

Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:09 WIB

'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi

'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:55 WIB