Polisi Minta Warga Jangan Pernah Beli Kaos Gambar Palu Arit

Siswanto

Selasa, 10 Mei 2016 | 18:00 WIB
Polisi Minta Warga Jangan Pernah Beli Kaos Gambar Palu Arit
Ilustrasi anggota polisi (suara.com/Agung Sandy Lesmana)

Suara.com - Kepala Polres Pati AKBP Raden Nugroho berharap masyarakat tidak membeli kaos ataupun atribut bergambar palu-arit. Palu-arit adalah lambang yang identik dengan paham komunisme yang dilarang di Indonesia.

Dia menyatakan aparat hingga kini belum menemukan peredaran kaus berlambang palu-arit.

"Beberapa tempat untuk berjualan aneka kaos sudah dilakukan pengecekan, namun hingga kini belum ditemukan adanya peredaran pakaian berlambang terlarang itu," ujarnya dikutip dari Antara.

Dia menyatakan Ketetapan MPRS Nomor TAP XXV/1966 tentang pelarangan Partai Komunis Indonesia dan penyebaran paham komunisme di Indonesia, masih berlaku.

Kalaupun ada warga Pati yang kedapatan memiliki atau menjual benda-benda terkait komunisme itu, kata dia, akan dimintai keterangannya, apakah itu disengaja atau memang tidak mengetahui pelarangan itu.

Dalam rangka menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif, kata dia, selama ini jajarannya memiliki program Jumat keliling.

"Petugas juga kami imbau untuk turut memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait lambang terlarang itu," ujarnya.

Jika masyarakat belum mengetahui soal aturan yang melarang peredaran lambang tersebut, kata dia, tentunya akan disosialisasikan bersama jajaran Kodim 0722/Kudus, yang juga mengantisipasi penyebaran paham komunisme dan benda-benda terkait lambang ideologi terlarang di Indonesia itu.

Sementara itu, Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 Bedjo Untung mengimbau masyarakat jangan terprovokasi dengan maraknya aksi penangkapan terhadap warga yang mengenakan simbol palu arit atau identik dengan Partai Komunis Indonesia.

"Jangan terprovokasi. Ini didesain tentara yang tidak suka," kata Untung kepada Suara.com.

Seperti diketahui, pada Selasa (3/5/2016) di Tanjung Riau, Sekupang, Batam, seorang warga mengenakan kaos merah dengan simbol palu arit ditangkap. Lalu, pada Minggu (8/5/2016) aparat gabungan Polda Metro Jaya dan Intelgab Kodam Jaya menangkap pemilik toko di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penjual kaus berinisial MI dibawa ke kantor polisi lantaran menjual kaos bergambar palu arit. Sehari kemudian, Senin (9/5/2016), dua pemuda di Lampung berinisial UR dan RD juga ditangkap aparat TNI karena memakai kaos bersimbol PKI. Bahkan, yang terjadi di Bantul lebih menarik lagi, aparat gabungan Polres Bantul dan Intelgab Kodam Jaya mengamankan seekor ikan jenis louhan yang memiliki corak mirip logo palu arit.

Untung menyebut tindakan yang dilakukan menjelang 23 Mei (identik dengan hari kelahiran PKI) tersebut dilakukan oleh kelompok garis keras yang tidak ingin pemerintahan Presiden Joko Widodo menyelesaikan peristiwa 1965.

Untung mengungkapkan beberapa waktu yang lalu YPKP bertemu dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan untuk melaporkan perkembangan akhir-akhir ini sekaligus menindaklanjuti upaya menindaklanjuti hasil simposium nasional bertema Membedah Tragedi 1965 dari Aspek Kesejarahan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat.

"Kemarin, saya diterima oleh Pak Luhut untuk menjelaskan masalah ini. Pak Luhut akan menelepon dan perintahkan kodam agar tidak berlebihan," kata Bedjo.

Bedjo menilai sekarang ini sudah ada langkah positif dari negara untuk melakukan observasi terhadap kuburan massal korban peristiwa 1965.

Terkait dengan tindakan aparat akhir-akhir ini, Bedjo mengatakan hal itu merupakan hal biasa bagi korban dan keluarga korban 1965.

"Kami sudah terbiasa dengan hal ini, tenang saja," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakai Kaos Palu Arit Ditangkapi, Yayasan 65: Jangan Terprovokasi

Pakai Kaos Palu Arit Ditangkapi, Yayasan 65: Jangan Terprovokasi

News | Selasa, 10 Mei 2016 | 11:50 WIB

Pakai Kaos Palu Arit Ditangkapi, Cuma Rekayasa Intelijen?

Pakai Kaos Palu Arit Ditangkapi, Cuma Rekayasa Intelijen?

News | Selasa, 10 Mei 2016 | 11:00 WIB

Polisi Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Penyebaran PKI

Polisi Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Penyebaran PKI

News | Selasa, 10 Mei 2016 | 05:41 WIB

Terkini

Strategi 'Loyalitas Berjarak' AHY: Cara Cerdik Demokrat Amankan 2029 Tanpa Kehilangan Pemilih Kritis

Strategi 'Loyalitas Berjarak' AHY: Cara Cerdik Demokrat Amankan 2029 Tanpa Kehilangan Pemilih Kritis

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:16 WIB

Review Film Mayday: Ketika Musuh Jadi Orang yang Paling Bisa Dipercaya

Review Film Mayday: Ketika Musuh Jadi Orang yang Paling Bisa Dipercaya

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 11:15 WIB

Media Asing Sambut Bandara Soetta Kembali Dibuka Setelah Lumpuh karena Abu Anak Krakatau

Media Asing Sambut Bandara Soetta Kembali Dibuka Setelah Lumpuh karena Abu Anak Krakatau

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:12 WIB

Kolaborasi Microchip dan Marelli, Hadirkan Solusi Layar Otomotif Berstandar Terbuka

Kolaborasi Microchip dan Marelli, Hadirkan Solusi Layar Otomotif Berstandar Terbuka

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 11:09 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:06 WIB

Abu Vulkanik di Sekitar Kita, Seberapa Bahaya bagi Tubuh?

Abu Vulkanik di Sekitar Kita, Seberapa Bahaya bagi Tubuh?

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:05 WIB

Pansus DPRD DKI Ungkap Borok Mafia Parkir: Tak Berizin dan Manipulasi Pajak

Pansus DPRD DKI Ungkap Borok Mafia Parkir: Tak Berizin dan Manipulasi Pajak

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:05 WIB

Cuma Rp20 Ribuan! 5 Conditioner untuk Rambut Halus, Lembut & Mudah Diatur!

Cuma Rp20 Ribuan! 5 Conditioner untuk Rambut Halus, Lembut & Mudah Diatur!

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 11:05 WIB

Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi

Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi

Lampung | Selasa, 08 September 2026 | 11:03 WIB

Aroma Buku dan Aroma Vanila

Aroma Buku dan Aroma Vanila

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 11:02 WIB

×