-
Bandara Soekarno-Hatta dan empat bandara lain resmi beroperasi kembali pasca krisis abu vulkanik.
-
Erupsi Anak Krakatau sempat melumpuhkan 3.000 penerbangan dan menyandera 340.000 penumpang di berbagai wilayah.
-
Pakar memastikan Anak Krakatau belum berpotensi memicu tsunami meski erupsi susulan masih mungkin terjadi.
Suara.com - Media asing menyambut pembukaan kembali Bandara Internasional Soekarno - Hatta. Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta empat bandara utama lain di Pulau Jawa resmi dibuka kembali pada Selasa dini hari. Keputusan ini diambil Kementerian Perhubungan setelah sebaran krisis abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai melandai.
Pembukaan ini mengakhiri kelumpuhan lalu lintas udara yang sempat menyandera ratusan ribu calon penumpang sejak akhir pekan. Maskapai kini bergerak cepat mengurai penumpukan jadwal demi memulihkan konektivitas penerbangan domestik maupun internasional.
Dikutip dari CNA, langkah pemulihan ini menjadi titik balik penting bagi sektor penerbangan nasional setelah menghadapi salah satu krisis ruang udara terbesar tahun ini. Penanganan cepat pembersihan landasan dan pemantauan navigasi udara menjadi kunci utama pengaktifan kembali seluruh jalur penerbangan.

Pengelola bandara utama ibu kota mengonfirmasi langsung pemulihan aktivitas navigasi udara melalui media sosial resminya.
"Sehubungan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah kembali membuka operasional penerbangan," tulis manajemen Soekarno-Hatta di Instagram.
Letusan hebat Anak Krakatau pada Sabtu lalu memicu sebaran material berbahaya yang mengancam keselamatan mesin pesawat. Dampaknya, delapan bandara dihentikan operasionalnya secara mendadak hingga mengacaukan ribuan jadwal penerbangan di seluruh wilayah terdekat.
Sebanyak hampir 3.000 penerbangan terganggu dan lebih dari 340.000 penumpang terlantar akibat penghentian sementara operasional ruang udara tersebut. Krisis ini sempat membekukan pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat di beberapa provinsi strategis.
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, penundaan massal berdampak langsung pada puluhan ribu calon penumpang penerbangan harian. Lebih dari 240 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan atau mengalami keterlambatan jadwal sepanjang Senin pagi.
Maskapai internasional seperti Singapore Airlines turut membatalkan belasan jadwal penerbangan langsung dari dan menuju Jakarta. Sebagian besar jadwal keberangkatan Selasa pagi terpaksa digeser ke sore hari guna menyesuaikan celah aman jalur udara.
Selain Soekarno-Hatta, Kementerian Perhubungan mengonfirmasi pembukaan Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Satu bandara perintis di Sumatra Selatan juga dilaporkan telah memulihkan penerbangan komersial sejak Senin pagi.
Pemerintah sebelumnya telah memetakan enam bandara alternatif sebagai lokasi pendaratan darurat bila ruang udara utama belum dapat dilintasi. Langkah antisipasi ini disiapkan untuk mencegah penumpukan pesawat di area zona bahaya abu vulkanik.
Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda memang memiliki catatan sejarah erupsi aktif sejak muncul ke permukaan abad lalu. Meski begitu, pakar geokaji memastikan struktur fisiknya saat ini belum cukup besar untuk memicu gelombang tsunami susulan.
Associate Professor dari Asian School of the Environment NTU, Benoit Taisne, menegaskan kondisi riil material gunung saat ini.
“Untuk dapat menghasilkan tsunami, gunung berapi perlu memiliki ukuran yang signifikan agar (dapat) runtuh dan menghasilkan tsunami,” ujarnya kepada CNA.
Taisne menambahkan bahwa potensi bahaya longsoran bawah laut masih memerlukan proses akumulasi material yang memakan waktu lama.
“Butuh waktu bagi gunung berapi untuk membangun kembali ukurannya dan karenanya kemampuan untuk menghasilkan tsunami dengan meruntuhkan dirinya sendiri,” tuturnya.
Meski risiko tsunami dinilai minim, ancaman erupsi susulan jangka pendek tetap wajib diwaspadai oleh otoritas penerbangan. Ketidakpastian karakter magma membuat pengawasan aktivitas vulkanik harus dilakukan selama 24 jam penuh.
Benoit Taisne mengingatkan bahwa potensi letusan baru bisa terjadi kapan saja dalam rentang hari atau pekan ke depan. Anak Krakatau tetaplah gunung berapi aktif dengan potensi untuk meletus lagi dalam waktu dekat.