Media Asing Sambut Bandara Soetta Kembali Dibuka Setelah Lumpuh karena Abu Anak Krakatau

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 08 September 2026 | 11:12 WIB
Media Asing Sambut Bandara Soetta Kembali Dibuka Setelah Lumpuh karena Abu Anak Krakatau
Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta pada H-1 jelang Lebaran, Selasa (4/6/2019). (Suara.com/Firsta Nodia)
baca 10 detik
  • Bandara Soekarno-Hatta dan empat bandara lain resmi beroperasi kembali pasca krisis abu vulkanik.

  • Erupsi Anak Krakatau sempat melumpuhkan 3.000 penerbangan dan menyandera 340.000 penumpang di berbagai wilayah.

  • Pakar memastikan Anak Krakatau belum berpotensi memicu tsunami meski erupsi susulan masih mungkin terjadi.

Suara.com - Media asing menyambut pembukaan kembali Bandara Internasional Soekarno - Hatta. Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta empat bandara utama lain di Pulau Jawa resmi dibuka kembali pada Selasa dini hari. Keputusan ini diambil Kementerian Perhubungan setelah sebaran krisis abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai melandai.

Pembukaan ini mengakhiri kelumpuhan lalu lintas udara yang sempat menyandera ratusan ribu calon penumpang sejak akhir pekan. Maskapai kini bergerak cepat mengurai penumpukan jadwal demi memulihkan konektivitas penerbangan domestik maupun internasional.

Dikutip dari CNA, langkah pemulihan ini menjadi titik balik penting bagi sektor penerbangan nasional setelah menghadapi salah satu krisis ruang udara terbesar tahun ini. Penanganan cepat pembersihan landasan dan pemantauan navigasi udara menjadi kunci utama pengaktifan kembali seluruh jalur penerbangan.

ampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi
ampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi

Pengelola bandara utama ibu kota mengonfirmasi langsung pemulihan aktivitas navigasi udara melalui media sosial resminya.

"Sehubungan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah kembali membuka operasional penerbangan," tulis manajemen Soekarno-Hatta di Instagram.

Letusan hebat Anak Krakatau pada Sabtu lalu memicu sebaran material berbahaya yang mengancam keselamatan mesin pesawat. Dampaknya, delapan bandara dihentikan operasionalnya secara mendadak hingga mengacaukan ribuan jadwal penerbangan di seluruh wilayah terdekat.

Sebanyak hampir 3.000 penerbangan terganggu dan lebih dari 340.000 penumpang terlantar akibat penghentian sementara operasional ruang udara tersebut. Krisis ini sempat membekukan pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat di beberapa provinsi strategis.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, penundaan massal berdampak langsung pada puluhan ribu calon penumpang penerbangan harian. Lebih dari 240 penerbangan domestik dan internasional dibatalkan atau mengalami keterlambatan jadwal sepanjang Senin pagi.

Maskapai internasional seperti Singapore Airlines turut membatalkan belasan jadwal penerbangan langsung dari dan menuju Jakarta. Sebagian besar jadwal keberangkatan Selasa pagi terpaksa digeser ke sore hari guna menyesuaikan celah aman jalur udara.

baca juga

Selain Soekarno-Hatta, Kementerian Perhubungan mengonfirmasi pembukaan Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Satu bandara perintis di Sumatra Selatan juga dilaporkan telah memulihkan penerbangan komersial sejak Senin pagi.

Pemerintah sebelumnya telah memetakan enam bandara alternatif sebagai lokasi pendaratan darurat bila ruang udara utama belum dapat dilintasi. Langkah antisipasi ini disiapkan untuk mencegah penumpukan pesawat di area zona bahaya abu vulkanik.

Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda memang memiliki catatan sejarah erupsi aktif sejak muncul ke permukaan abad lalu. Meski begitu, pakar geokaji memastikan struktur fisiknya saat ini belum cukup besar untuk memicu gelombang tsunami susulan.

Associate Professor dari Asian School of the Environment NTU, Benoit Taisne, menegaskan kondisi riil material gunung saat ini.

“Untuk dapat menghasilkan tsunami, gunung berapi perlu memiliki ukuran yang signifikan agar (dapat) runtuh dan menghasilkan tsunami,” ujarnya kepada CNA.

Taisne menambahkan bahwa potensi bahaya longsoran bawah laut masih memerlukan proses akumulasi material yang memakan waktu lama.

“Butuh waktu bagi gunung berapi untuk membangun kembali ukurannya dan karenanya kemampuan untuk menghasilkan tsunami dengan meruntuhkan dirinya sendiri,” tuturnya.

Meski risiko tsunami dinilai minim, ancaman erupsi susulan jangka pendek tetap wajib diwaspadai oleh otoritas penerbangan. Ketidakpastian karakter magma membuat pengawasan aktivitas vulkanik harus dilakukan selama 24 jam penuh.

Benoit Taisne mengingatkan bahwa potensi letusan baru bisa terjadi kapan saja dalam rentang hari atau pekan ke depan. Anak Krakatau tetaplah gunung berapi aktif dengan potensi untuk meletus lagi dalam waktu dekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:06 WIB

Niat Pulang ke Indonesia, Raditya Dika Tertahan di Qatar Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Niat Pulang ke Indonesia, Raditya Dika Tertahan di Qatar Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:12 WIB

Gas SO2 Anak Krakatau Tercium Sampai Jabodetabek, Seberapa Bahaya?

Gas SO2 Anak Krakatau Tercium Sampai Jabodetabek, Seberapa Bahaya?

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:05 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×