Jokowi Diminta Perintahkan TVRI Tayangkan Film G/30/S/PKI Lagi

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 13 Mei 2016 | 13:09 WIB
Jokowi Diminta Perintahkan TVRI Tayangkan Film G/30/S/PKI Lagi
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (tengah). (Suara.com/Ummy Hadyah Saleh)

Suara.com - Forum Umat Islam mengatakan banyak indikasi kebangkitan komunisme di Indonesia. FUI menentang keras. Mereka mengatakan komunisme anti terhadap Tuhan karena bertentangan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila.

"PKI dengan ajaran penolakan keberadaan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yakni atheis adalah bertentangan dengan ajaran kita yang meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa, yang jadi dasar NKRI," ujar Ketua FUI Muhammad Al Khathath ketika memberikan kata sambutan di acara silaturahim dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan sejumlah ormas di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

FUI meminta tujuh hal ini dilaksanakan pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo dalam menangani komunisme.

Pertama, pemerintah harus menangani masalah yang berkaitan PKI, yang dimulai dari kasus pemberontakan PKI sejak 1946, bukan hanya pada 1965.

Kedua, merealisasikan penegakan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 juncto Pasal 107 a sampai e KUHP juncto Pasal 169 KUHP.

Ketiga, meminta pemerintah menambahkan kurikulum pendidikan terkait pemahaman bahaya ideologi komunis.

Keempat, pemerintah harus melibatkan ulama dan pesantren untuk program bela negara.

"Kelima, tentang permintaan maaf pemerintah kepada PKI agar dihentikan dan keenam pencarian kuburan massal harus dihentikan dan menyatakan bahwa PKI pelaku kejahatan kemanusiaan," katanya.

Ketujuh, pemerintah harus menginstruksikan TVRI untuk menayangkan kembali film G/30/S/PKI yang pada zaman Presiden Soeharto selalu ada.

"Karena anak-anak muda kita sudah nggak ngerti lagi apa itu pengkhianatan G/30/S/PKI.

FUI menyatakan siap bekerjasama dengan TNI untuk melawan PKI.

"Untuk menyatukan kekuatan di Indonesia hanya bisa terjadi yakni kekuatan TNI dan Islam bersatu padu untuk melawan PKI. Jangan sampai PKI ada lagi," kata dia.

Acara silaturahim hari ini dihadiri penyair Taufik Ismail, perwakilan Front Pembela Islam, Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat, Forum Komunikasi Purnawirawan Putra Putri Indonesia, Pemuda Pancasila, dan Forum Umat Islam.

Sebelumnya, sikap Presiden Joko Widodo yang disampaikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti terkait langkah pemerintah menghadapi propaganda kebangkitan komunisme di Indonesia dikritik banyak pihak karena dianggap menggambarkan kemunduran sikap pemerintah yang sedang berupaya mencari terobosan penyelesaian kasus 1965.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Presiden, Johan Budi Sapto Prabowo, menjelaskan kronologis Presiden memberikan arahan kepada Kapolri, TNI, Badan Intelijen Negara, dan Jaksa Agung terkait isu kebangkitan komunisme. Jokowi mendapatkan informasi dari sejumlah tokoh masyarakat dan agama mengenai adanya kekhawatiran kebangkitnya PKI.

"Awalnya dari situ, nah kalau dilihat Tap MPR Nomor 25 Tahun 1966 yang diperbarui jadi Tap MPR Nomor 1 Tahun 2003, kan jelas bahwa penyebaran paham komunis, PKI masih dilarang sampai saat ini.‎ Oleh karena itu Bapak Presiden memang perintahkan kepada Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, dan BIN, isinya adalah segera atasi permasalahan ini kalau ada upaya untuk membangkitkan partai komunis Indonesia. Itu asalnya," kata Johan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Namun, dalam perkembangannya, kata Johan, Presiden mendapatkan masukan dari masyarakat mengenai tindakan kepolisian dan TNI dalam bertindak di lapangan.

"Kemudian beberapa waktu lalu juga ada masukan ke Presiden yang kemudian seolah-olah apa yang dilakukan ditingkat bawah oleh aparat ini dianggap kebablasan oleh sekelompok pihak lain," ujar dia.

Setelah itu, Jokowi menginstruksikan kepada Polri dan TNI agar tetap menghormati kebebasan berekspresi dan berpendapat di muka publik dalam bertindak di lapangan.

"Oleh karena itu Presiden telah perintahkan Kapolri dan Panglima TNI dalam rangka untuk menghentikan‎ atau upaya membangkitkan PKI tetap menghormati kebebasan berpendapat. Karena itu aparat yang dianggap kebablasan sebagian pihak justru harus dihentikan, itu perintah Presiden. Saya kira clear," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gema Demokrasi Duga Isu PKI untuk Hambat Penyelesaian 65

Gema Demokrasi Duga Isu PKI untuk Hambat Penyelesaian 65

News | Kamis, 12 Mei 2016 | 19:03 WIB

Mahfud Dukung Sikap Jokowi Respon Maraknya Simbol Palu Arit

Mahfud Dukung Sikap Jokowi Respon Maraknya Simbol Palu Arit

News | Kamis, 12 Mei 2016 | 16:01 WIB

Terkini

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 16:50 WIB

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

Spesifikasi Lengkap dan Harga Infinix XBOOK 14 Neo, Laptop untuk Produktivitas Mahasiswa

Spesifikasi Lengkap dan Harga Infinix XBOOK 14 Neo, Laptop untuk Produktivitas Mahasiswa

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 16:45 WIB

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Malang | Rabu, 30 September 2026 | 16:43 WIB

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Bunga Es Bisa Bikin Kulkas Tidak Dingin? Ini Dampak dan Cara Membersihkannya

Bunga Es Bisa Bikin Kulkas Tidak Dingin? Ini Dampak dan Cara Membersihkannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas

Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan

Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 16:34 WIB

×