Taufik Tantang Janji Ahok Gugat Media, KPK dan Podomoro

Selasa, 17 Mei 2016 | 14:57 WIB
Taufik Tantang Janji Ahok Gugat Media, KPK dan Podomoro
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Taufik [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik menantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk membuktikan omongannya yang ingin melaporkan media nasional, penyidik KPK, dan PT. Agung Podomoro Land ke pihak kepolisian.

Hal ini terkait beredarnya data berisikan daftar kontribusi tambahan bukan Corporate Social Responsibility yang telah diterima olehnya dari PT. Agung Podomoro Land. Terlebih dalam foto itu juga tertulis, 'kontribusi ini tidak memiliki payung hukum'.

"Omongan itu harus dibuktikan apabila dia benar tidak bersalah," ujar Taufik di gedung DPRD DKI Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2016).

Taufik menilai Ahok harus membuktikan apabila pemberitaan di salah satu koran nasional beberapa waktu lalau tidak benar segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

Diketahui saat dikonfirmasi wartawan soal data yang beredar soal berisikan 13 proyek dengan total kontrak pengerjaan mencapai Rp392 miliar dianggap tak benar sehingga Ahok berencana melaporkan ke pihak kepolisian.

Adapun proyek yang dilakukan PT APL ke Pemprov DKI diantaranya, Rusunawa Daan Mogot, furnitur Rusunawa DM, kali ciliwung, rumah pompa hingga penertiban tempat prostitusi Kalijodo dan masih banyak lagi. Ahok juga menyoal mengenai pemberitaan di koran nasional yang terbit Selasa 11 Mei 2016 yang diberi judul 'Agung Podomoro Seret Ahok'.

Dalam pemberitaan tersebut tertulis dari sumber yang mengatakan saat Ahok saat diperiksa Komisi Pembera Korupsi terkait dengan kasus suap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta serta Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta ditanyai seputar dugaan permintaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada PT. Agung Podomoro Land untuk membiayai sejumlah proyek.

Hal itu diduga bentuk timbal balik pemerintah DKI soal memberikan pemotongan kontribusi tambahan bagi perusahaan properti itu yang menggarap pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Namun sebaliknya, apabila dokumen tersebut ternyata dikeluarkan dan disebarluaskan oleh pihak PT APL, maka mantan Bupati Belitung Timur ini akan menggugat mereka.

Menurut Ahok yang jadi persoalan karena dalam dokumen tersebut menyebutkan ada kontribusi tambahan yang diterima olehnya. Padahal kata Ahok itu merupakan kewajiban tambahan PT APL kepada pemprov DKI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI