Kiki Syahnakri Ingin Dipertemukan Panitia Simposium 65

Siswanto | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 01 Juni 2016 | 18:59 WIB
Kiki Syahnakri Ingin Dipertemukan Panitia Simposium 65
Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Ketua simposium nasional bertema Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain, Letnan Jenderal (Purn) TNI Kiki Syahnakri, ingin dipertemukan dengan panitia simposium nasional bertema Membedah Tragedi 1965. Kiki berharap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan memediasi pertemuan.

"Kita harapkan nanti ada duduk bersama dengan panitia simposium nasional 65 di Hotel Aryaduta difasilitasi oleh menkopolhukam, memadukan ini. Harapannya ada kesepakatan dari ini," ujar Kiki di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Simposium Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi diselenggarakan di Balai Sarbini, Jakarta, pada Rabu (1/6/2016) dan Kamis (2/6/2016). Sedangkan simposium nasional bertema Membedah Tragedi 1965 yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Senin (18/4/2016) dan Selasa (19/4/2016). Ketua Panitia Pengarah Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 adalah Letjen (Purn) Agus Widjojo. Agus merupakan Gubernur Lemhanas. Simposium ini diprakarsai oleh Dewan Pertimbangan Presiden, Komnas HAM, Forum Solidaritas Anak Bangsa serta didukung Luhut.

Kiki mengatakan pertemuan diharapkan memunculkan jalan keluar atas masing-masing rekomendasi kepada pemerintah.

"Kita harap jangan hanya menyerahkan dan pemerintah meramu. Lalu kalau nggak cocok jalan sendiri lagi. Itu nggak rekonsiliasi dong. Pak Agus menyatakan kita serahkan saja pada pemerintah. Tapi kami ingin duduk bersama satu rekomendasi. Tetap harus fair," kata dia.

Menurut Kiki pemerintah tidak perlu meminta maaf kepada PKI.

"Yang ada itu merasa menyesal dengan masa lalu, yang memulai, kan PKI. Yang seharusnya minta maaf itu PKI kok kepada masyarakat dan bangsa ini. Nggak usahlah diungkit-ungkit minta maaf," kata Kiki.

Kiki juga menyarankan agar pemerintah jangan melakukan pembongkaran terhadap kuburan massal atas peristiwa 1965.

"Nggak usahlah (membongkar), itu terlalu jauh, karena itu akan membangkitkan kembali konflik horisontal. Akan lebih bermanfaat kalau sama-sama melihat ke depan. Kembali menghadap musuh-musuh Pancasila," kata dia.

Seperti diketahui, pemerintah sedang proses pembentukan tim verifikasi data 122 kuburan massal korban 1965.

Data itu diserahkan oleh Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965, beberapa waktu lalu. Upaya identifikasi dan pembongkaran kuburan massal korban 1965 tersebut akan melibatkan Angkatan Darat, kata Luhut baru-baru ini. Pembongkaran kuburan ini sebagai bagian dari upaya meluruskan sejarah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fadli Zon Salahkan Pemerintah Atas Ribut-ribut Soal PKI

Fadli Zon Salahkan Pemerintah Atas Ribut-ribut Soal PKI

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 18:00 WIB

Sebut PKI Bangkit, Kivlan Zein Dianggap Lebay

Sebut PKI Bangkit, Kivlan Zein Dianggap Lebay

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 17:52 WIB

Kiki Bawa Aristoles-Plato Saat Jelaskan Marx, Lenin, dan Atheisme

Kiki Bawa Aristoles-Plato Saat Jelaskan Marx, Lenin, dan Atheisme

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 17:35 WIB

Terkini

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:27 WIB

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:15 WIB

Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar

Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:11 WIB

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:06 WIB

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:51 WIB

Ilmuwan Ungkap Molekul Tersembunyi Fitoplankton, Kunci Siklus Karbon Laut

Ilmuwan Ungkap Molekul Tersembunyi Fitoplankton, Kunci Siklus Karbon Laut

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:48 WIB

Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen

Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:39 WIB

Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran

Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:35 WIB

Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:32 WIB

Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi

Afghanistan Rayakan Idulfitri Hari Ini, Hilal Telah Terlihat di Beberapa Provinsi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:59 WIB