Ahmad Dhani Dkk Gagal Demo Anti Ahok di KPK, Jokowi Dimarahi

Siswanto | Nikolaus Tolen | Suara.com

Kamis, 02 Juni 2016 | 13:53 WIB
Ahmad Dhani Dkk Gagal Demo Anti Ahok di KPK, Jokowi Dimarahi
Ahmad Dhani [suara.com/Nikolaus Tolen]
Aktivis Ratna Sarumpaet mendengar informasi ada peran Presiden Joko Widodo di balik tindakan Polda Metro Jaya mengamankan mobil tronton berisi perlengkapan aksi beserta delapan kru musisi Ahmad Dhani, hari ini. Menurut Ratna, tujuan tindakan tersebut untuk menggagalkan rencana aksi Panggung Rakyat Tangkap Ahok di depan gedung KPK.

"Saya dengar bahwa ini perintah dari Presiden. Jadi apa maksudnya ini melarang demokrasi? Demokrasi adalah dasar negara, nggak bisa presiden manapun melarang atau merusak demokrasi," kata Ratna Sarumpaet di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).

Menurut ibunda artis Atiqa Hasiholan, Presiden Jokowi tidak berhak melarang warga melakukan demonstrasi. Demokrasi di Indonesia, katanya, selama ini diperjuangkan dengan mengorbankan banyak nyawa.
 
"Itu diperjuangkan dengan darah, dengan nyawa ya, itu tolong diingatkan pada Presiden Jokowi. Sebenarnya apapun, cara apapun upaya yang dilakukan sekarang untuk melarang orang membicarakan, upaya orang menangkap Ahok sebenarnya itu sudah menunjukkan bahwa pemerintah juga tahu bahwa Ahok memang harus ditangkap," kata Ratna.

Lebih jauh Ratna menilai Presiden Jokowi sebenarnya sudah mengetahui nasib Ahok dalam kasus hukum yang tengah ditangani KPK.

"Presiden tahu kalau dia harus ditangkap, tapi saya nggak tahu dia lagi nunggu wangsit atau apa," kata Ratna dengan nada kesal.
 
Aksi tersebut, tadinya akan diisi dengan berbagai acara, seperti pentas musik Ahmad Dhani dan kawan-kawan, pentas teater, dan orasi. Menurut poster, sejumlah orator akan ikut hadir, antara lain mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Joko Santoso, Mayjen (Purn) Prijanto, Sri Bintang Pamungkas, Jaya Suprana, Eggie Sudjana, dan Presiden KSPI Said Iqbal.

Isu yang akan diangkat dalam aksi Ahmad Dhani, antara lain mendesak KPK segera bersikap tegas dalam kasus pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan proyek Teluk Jakarta.
Dari Polda Metro Jaya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono menjelaskan pengamanan tronton berisi alat peraga aksi tidak dimaksudkan untuk membungkam hak warga menyampaikan pendapat di muka umum. Tetapi, tujuannya lebih ke antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan polisi, di antaranya kemacetan lalu lintas.
 
"Makannya tadi pagi pukul 03.00 WIB saat melintas di depan kedutaan besar Belanda itu langsung kami amankan dan bawa ke sini. Ada satu tronton, ada satu mobil box KFC , peralatan peralatan sound sistem. Dan juga ada satu genset yang nyusul pada pukul 06.00 WIB dan kami tarik juga ke Polda Metro Jaya," ujar Awi.

Awi menambahkan selain mengamankan truk, polisi juga memeriksa delapan orang di Polda Metro Jaya.

"Delapan orang yang kita periksa secara intensif. Karena apa? Sebenarnya kita sudah kasih tahu. Mereka sudah memberikan laporan demo kali ini, dan kita sudah ingatkan jangan melakukan itu. Karena apa? Karena nanti akan membuat macet," kata Awi.

Awi mengatakan pelaksanaan aksi tersebut memang sudah mendapatkan izin, tetapi karena sampai mendatangkan tronton segala, akhirnya polisi tak mau ambil resiko.

"Ya, tronton bagaimana kalau ditaruh di Jalan Rasuna said, itu sudah melanggar undang-undang kalau menyebabkan macet. Makannya kita cegah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kesal Demo Dihalangi, Ahmad Dhani: Kapan Demo Tak Ganggu Jalan!

Kesal Demo Dihalangi, Ahmad Dhani: Kapan Demo Tak Ganggu Jalan!

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 13:39 WIB

Tronton Demo Ahok Milik Ahmad Dhani Disita, Ratna Mencak-mencak

Tronton Demo Ahok Milik Ahmad Dhani Disita, Ratna Mencak-mencak

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 13:27 WIB

Jelang Demo Ahmad Dhani, Kawat Berduri Dibentangkan di Depan KPK

Jelang Demo Ahmad Dhani, Kawat Berduri Dibentangkan di Depan KPK

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 13:01 WIB

Terkini

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:49 WIB

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:21 WIB

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB