Rekomendasi Soal Pelanggaran HAM 1965 Segera Diserahkan ke Jokowi

Ruben Setiawan, Erick Tanjung

Jum'at, 03 Juni 2016 | 22:43 WIB
Rekomendasi Soal Pelanggaran HAM 1965 Segera Diserahkan ke Jokowi
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan mengaku pertemuannya dengan para purnawirawan TNI dan forum umat Islam yang menyelenggarakan Simposium Nasional 'Mengamankan Pancasila Dari Ancaman Partai Komunis Indonesia'‎ berlangsung dengan suasana bersahabat. Pembicaraan berlangsung komunikatif tanpa ada ketegangan, termasuk saat Luhut berbincang dengan Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen yang sebelumnya menyatakan akan mengajarkan Luhut tentang kebangkitan PKI gaya baru.

‎"Pertemuan tadi baik-baik saja, anda dengar tadi kami ketawa-ketawa. Tadinya kan banyak nggak pas, sekarang sudah pas (persepsi tentang PKI)," kata Luhut di kantornya kepada wartawan, Jumat (3/6/2016).

Mengenai rekomendasi yang disampaikan kelompok Simposium "Anti PKI" tersebut, Luhut ‎tetap mengacu pada perundang-undangan yang ada. Menurut dia parameternya mengacu pada TAP MPRS 1966, UU No 27 Tahun 1999 dan TAP MPR Tahun 2003 tentang larangan partai komunis dan paham marxisme di Indonesia.

"Semua diserahkan sesuai garis pemerintahan dan ketentuan undang-undang," ‎ujar dia.

Luhut menuturkan, pihaknya tengah mengumpulkan masukan dari berbagai pihak mengenai dugaan kasus pelanggaran HAM berat pada tragedi 1965 untuk dikaji sebelum disampaikan kepada Presiden. Baik itu rekomendasi dari Simposium ‎Nasional Tragedi 1965 yang digagas Lemhanas, Simposium "Anti PKI" di Balai Kartini Jakarta maupun dari tim Kejaksaan Agung serta Komnas HAM.

"Saya harap bulan-bulan ini, kami lihat nanti. Kan masih mengumpulkan masukan dari tim Jaksa Agung‎, Komnas HAM, Lemhanas. Kami lihat, baca dan akan dirumuskan itu semua," tutur dia.

Dia menambahkan, semua masukan rekomendasi tersebut akan dikaji dan disinkronkan. Luhut menekankan bahwa Pemerintah akan terbuka atas semua masukan, khusus tragedi 1965 akan diungkap secara terang benderang.

"‎Iyalah (disinkronkan), masa terobos mentah-mentah kami kasih ke Presiden, nggak dong. Upaya penyelesaian (kasus 1965) masih ada, kami intinya akan terus terang. Sudah berkali-kali kami menyesalkan, begitulah peristiwa 1965," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

11 Tahun di Penjara, Korban Tragedi 1965: kalau Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Kami Tidak Rela!

11 Tahun di Penjara, Korban Tragedi 1965: kalau Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Kami Tidak Rela!

News | Selasa, 04 November 2025 | 15:43 WIB

Romo Magnis Ajak Berpikir Ulang: Jika Soekarno Turuti Soeharto, Apakah Tragedi '65 Bisa Dicegah?

Romo Magnis Ajak Berpikir Ulang: Jika Soekarno Turuti Soeharto, Apakah Tragedi '65 Bisa Dicegah?

News | Senin, 29 September 2025 | 22:05 WIB

Penyintas Tragedi 1965 : Puluhan Tahun Dibungkam, Tak Berani Ungkap Identitas ke Publik

Penyintas Tragedi 1965 : Puluhan Tahun Dibungkam, Tak Berani Ungkap Identitas ke Publik

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 07:27 WIB

Ulasan Novel Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Kejadian Kelam di Tragedi 1965

Ulasan Novel Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Kejadian Kelam di Tragedi 1965

Your Say | Rabu, 03 Januari 2024 | 11:43 WIB

Bakal Kunjungi Belanda dan Ceko Temui Eksil 65', Mahfud MD: Kami Tawari Pulang Banyak yang Tidak Mau

Bakal Kunjungi Belanda dan Ceko Temui Eksil 65', Mahfud MD: Kami Tawari Pulang Banyak yang Tidak Mau

News | Selasa, 22 Agustus 2023 | 19:00 WIB

Negara Harus Pulihkan Aset Korban Pelanggaran HAM Berat 1965 - 1966

Negara Harus Pulihkan Aset Korban Pelanggaran HAM Berat 1965 - 1966

News | Rabu, 10 Mei 2023 | 15:50 WIB

Sebut 39 Eksil Tragedi 1965 Bukan Pengkianat Negara, Mahfud MD: Mereka Bukan Anggota PKI, Tapi Korban Tak Boleh Pulang

Sebut 39 Eksil Tragedi 1965 Bukan Pengkianat Negara, Mahfud MD: Mereka Bukan Anggota PKI, Tapi Korban Tak Boleh Pulang

News | Selasa, 02 Mei 2023 | 14:40 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×