PKS Minta Jokowi Tegur Cina karena Larang Muslim Puasa

Siswanto, Dian Rosmala

Rabu, 08 Juni 2016 | 14:50 WIB
PKS Minta Jokowi Tegur Cina karena Larang Muslim Puasa
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di rumah duka mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Tuty Alawiyah, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/5/2016). [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid berharap Presiden Joko Widodo melakukan diplomasi kepada pemerintah Cina agar menghentikan pelarangan melaksanakan ibadah puasa bagi muslim Uighur.

"Fraksi PKS sudah membuat siaran pers yang ditunjukkan pada Presiden Jokowi, dan saya berharap Pak Jokowi sebagai tokoh yang dekat dengan umat Islam di Indonesia dan juga dengan pimpinan di Tiongkok, untuk bisa melakukan peran ini," kata Hidayat di gedung Nusantara III, DPR, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Hidayat mengatakan berpuasa merupakan murni sebagai sikap ketaatan terhadap ajaran agama. Tidak ada sangkut pautnya dengan tindakan terlarang seperti terorisme dan tindakan yang membahayakan orang lain.

Itu sebabnya, kata Hidayat, wajar apabila umat Islam di Indonesia terganggu dengan kebijakan pemerintah Cina.

"Berpuasa, kan bagian dari melaksanakan ajaran agama, yang tidak terkait dengan terorisme, radikalisme, tidak terkait juga dengan separatisme. Jadi sangat baik kalau Pak Presiden Indonesia, yang mayoritas beragama Islam, tentu tidak nyaman, saudara-saudara kami berpuasa saja tidak boleh," tutur Hidayat.

Hidayat merujuk pada pemerintah Turki yang tahun lalu sempat menegur pemerintah Cina dalam kasus yang sama. Jika Turki bisa bersikap, kata Hidayat, Indonesia juga harus bisa.

"Saya berharap Pak Jokowi yang dekat dengan pihak Tiongkok untuk melakukan peran maksimalnya, untuk meyakinkan. Tahun lalu, pihak Turki sudah meyakinkan pihak Tiongkok atas hal ini, tetapi ternyata diulangi lagi. Kalau Turki bisa saya yakin Pak Jokowi bisa," tutur Hidayat.

Hidayat menyesalkan sikap pemerintah Cina. Jika mereka tidak setuju dengan radikalisme, seharusnya jangan tidak dilakukan melarang orang beribadah.

"Justru kalau mereka tidak suka dengan radikalisme, terorisme, separatisme, jangan larang umat beribadah, sebab itu membuat mereka enggak nyaman. Tetapi kalau umat itu dirangkul, diberi haknya untuk beribadah, dihormati, tentu mereka akan semakin dekat dengan Presiden," kata Hidayat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Muslim Uighur Cina Dilarang Puasa, PPP: DPR Harus Menentangnya

Muslim Uighur Cina Dilarang Puasa, PPP: DPR Harus Menentangnya

News | Rabu, 08 Juni 2016 | 13:47 WIB

Cina Jamin Ramadan Tanpa Diskriminasi, Tapi Bagaimana Praktiknya?

Cina Jamin Ramadan Tanpa Diskriminasi, Tapi Bagaimana Praktiknya?

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 17:52 WIB

Cina: Militan Uighur Ancaman Nyata bagi Indonesia

Cina: Militan Uighur Ancaman Nyata bagi Indonesia

News | Kamis, 17 Maret 2016 | 17:40 WIB

Begabung Dengan Kelompok Radikal, Warga Muslim Uighur Dieksekusi

Begabung Dengan Kelompok Radikal, Warga Muslim Uighur Dieksekusi

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 07:16 WIB

Terkini

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

×