"Saya sudah mendengar, sudah diberitahu Mensesneg (Pratikno), Seskab (Pramono Anung). Ini perintah bagi saya. Saya memahami, saya termasuk yunior dalam generasi kepolisian. Tapi ini perintah sebagai prajurit, tidak boleh melanggar perintah, apalagi perintah dari Presiden. Pasti saya akan lakukan semaksimal mungkin, apapun resikonya," kata Tito kepada wartawan.
Suara.com - Tito mengaku sudah mendengar namanya akan diusulkan Presiden sejak sekitar tiga hari yang lalu.
Tito berjanji akan merangkul semua angkatan di Polri sehingga bisa menciptakan reformasi birokrasi di tubuh Polri.
"Sebagai prajurit Polri dan TNI, tidak boleh membantah. Saya akan all out," katanya.
"Sekarang sudah zamannya, yang punya kemampuan itulah yang memimpin, jadi bukan angkatannya," kata Badrodin di Istana, Jakarta, Rabu (15/6/2016).
Badrodin mengatakan mereka yang sudah menjabat di Mabes Polri tetap akan menjabat, tetapi untuk kapolri hanya ada satu.
Ketika ditanya apakah para senior akan menerima keputusan itu, Badrodin mengatakan kalau dipilih Presiden pasti akan menerima.
"Nggak ada masalah kita sendiri sebetulnya seluruh pejabat Polri itu mengakui keunggulan Pak Tito, kelebihannya. Dia memang masih junior tetapi dengan ditunjuknya kalau dari sisi kemampuannya, semua mengakui," kata Badrodin.