Anggota DPR Minta Jokowi Cepat Belajar dari Kasus Saipul Jamil

Siswanto, Bagus Santosa

Jum'at, 17 Juni 2016 | 18:55 WIB
Anggota DPR Minta Jokowi Cepat Belajar dari Kasus Saipul Jamil
Mobil yang ditumpangi Presiden tiba-tiba berhenti di toko Mekar Jaya di Jalan Raya Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Joko Widodo turun dan belanja krupuk [Biro Pers]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mengatakan Presiden Joko Widodo harus berani memberantas mafia hukum. Hal ini menanggapi operasi tangkap tangan terhadap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi atas kasus dugaan menerima suap untuk membantu meringankan vonis terdakwa pedangdut Saipul Jamil.

"Saya pikir walaupun eksekutif tidak boleh ikut campur dalam dunia peradilan, tapi dalam konteks ini kan mengganggu pemerintahan. Seharusnya Pak Jokowi bersikap juga. Bersikap, berkomentar, mencari solusi ke depan," kata Desmond di DPR, Jumat (17/6/2016).

Menurutnya jangan sampai bangsa ini rusak oleh hakim dan panitera hitam. Kalau Republik rusak mereka, Presiden rugi sendiri.

"Kalau tidak ada kepastian hukum, nanti larinya ke pemerintah, kan," katanya.

Dia menambahkan mafia hukum belakangan terungkap karena keadilan masih diukur oleh uang. Hukum, kata Desmond, masih berpihak pada orang yang mampu membayar.

"Karenanya, kalau ini terjadi, republik ini akan chaos, akan kacau," kata dia.

Desmond menilai undang-undang jabatan hakim harus segera direvisi sehingga ada mekanisme yang jelas tentang hakim yang akan bekerja.

"Kami akan merinci tentang mekanisme. Mungkin nanti akan kita lihat tentang waktu untuk mutasi, jenjang karir hakim agung tidak seperti sekarang lagi yang seumur hidup. Kita akan putar lima tahun sekali. ‎Akan kita proper lagi. Agar tidak ada mafia di situ," kata dia.

Operasi tangkap tangan berlangsung pada Rabu (15/6/2016). KPK menetapkan empat tersangka yaitu dua pengacara Saipul Jamil bernama Berta Natalia dan Kasman Sangaji, lalu Rohadi, dan kakak kandung Saipul Jamil bernama Samsul Hidayatullah.

Dari operasi tersebut, KPK mengamankan uang yang diduga suap sebesar Rp250 juta yang baru diterima Rohadi.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers, Kamis (16/6/2016), menjelaskan uang suap tersebut berkaitan dengan penanganan perkara terdakwa pedangdut Saipul Jamil.

Uang diberikan agar majelis hakim memberikan vonis lebih ringan kepada pedangdut yang terjerat kasus pencabulan anak di bawah umur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Perlawanan Pengacara Saipul Jamil

Ini Perlawanan Pengacara Saipul Jamil

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 16:34 WIB

Suap Ringankan Vonis, Ruhut Ingin Bang Ipul Dihukum Super Berat

Suap Ringankan Vonis, Ruhut Ingin Bang Ipul Dihukum Super Berat

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:58 WIB

Gaya Santai Kakak Saipul Jamil Saat akan Ditahan KPK

Gaya Santai Kakak Saipul Jamil Saat akan Ditahan KPK

Entertainment | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:31 WIB

Suap Ringankan Vonis, KPK Sita Mobil Pengacara Ipul dan Panitera

Suap Ringankan Vonis, KPK Sita Mobil Pengacara Ipul dan Panitera

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:08 WIB

Panitera PN Jakarta Utara Ditahan KPK

Panitera PN Jakarta Utara Ditahan KPK

Foto | Jum'at, 17 Juni 2016 | 13:33 WIB

Tersandung Kasus Ipul, MA akan  Berhentikan Panitera PN Jakut

Tersandung Kasus Ipul, MA akan Berhentikan Panitera PN Jakut

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 13:28 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×