3000 Hektare Hutan di Sulawesi Tengah Terbakar

Adhitya Himawan Suara.Com
Sabtu, 18 Juni 2016 | 18:45 WIB
3000 Hektare Hutan di Sulawesi Tengah Terbakar
Kobaran api dan asap pekat dalam kebakaran terjadi di kawasan hutan produksi terbatas di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (5/3). [Antara]

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 3.000 hektare kawasan hutan di wilayah itu terbakar dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

""Sebagian besar kebakaran disebabkan ulah warga yang membuk lahan untuk perkebunan," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Tolitoli Putu Artha Jaya di Tolitoli, Sabtu (18/6/2016).

Dari 3.000 ha hutan terbakar tersebut, puluhan hektar di antaranya merupakan hutan lindung yang selama ini sangat dijaga kelestariannya oleh masyarakat adat dan pemerintah.

Dia menjelaskan kebakaran terbesar terjadi di dua kecamatan yakni Ogodeide dan Tolitoli Utara, sementara sisanya terjadi di delapan kecamatan lainnya namun luas areanya relatif kecil.

Kepala BPBD Tolitoli Rudi Bantilan mengatakan dari hasil evaluasi yang dilakukan BPBD menunjukkan kuat dugaan sebagian besar kebakaran hutan itu disebabkan oleh aktivitas pembukaan lahan perkebunan oleh masyarakat.

"Ada pembiaran kebakaran hutan yang terjadi, masyarakat seakan tidak peduli dengan kebakaran hutan dan enggan untuk memadamkan api. Kebakaran juga kadang-kadang menguntungkan masyarakat, dimana mereka memanfaatkan lahan bekas kebakaran hutan sebagai lokasi baru untuk berkebunan," kata Rudi Bantilan.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, BPBD Tolitoli terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya pelestarian hutan khususnya kepada warga yang berdomisili di sekitar area hutan.

Sosialiasi tersebut kata dia rutin dilakukan setiap tahun dengan menggandeng sejumlah instansi yang berhubungan langsung dengan pelestarian hutan, khususnya Dinas Kehutanan.

"Koordinasi dengan instansi terkait lainnya masih terus kami lakukan. Setiap tahun kami rutin melakukan sosialisasi di masyarakat. Koordinasi dengan pemangku adat di kecamatan-kecamatan juga masih berjalan baik," tuturnya.

Hal senda disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Dinas Kehutanan Tolitoli Kaharuddin Jasin yang menyebutkan bahwa pihaknya intens melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terkait upaya pelestarian hutan, salah satunya dengan memasang papan imbauan dan larangan menebang hutan di sejumlah titik yang dianggap rawan.

"Pemerintah kecamatan dan desa diharapkan terus memberikan laporan kepada Dishut, laporan tersebut kemudian kami tampung untuk dijadikan bahan evaluasi, kata Kaharuddin. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI