Turki dan Israel Kembali Bersahabat

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 28 Juni 2016 | 12:35 WIB
Turki dan Israel Kembali Bersahabat
Bendera Turki dan Israel bersanding di gedung Kedutaan Besar Turki di Tel Aviv, Israel (Reuters/Baz Ratner).

Suara.com - Israel dan Turki akhirnya kembali berteman. Kedua pemimpin negara pada Senin (28/6/2016) mengumumkan bahwa hubungan kedua negara sudah normal kembali dan akan segera bertukar duta besar seperti enam tahun lalu, sebelum terjadinya peristiwa penyerangan Mavi Marmara.

Kesepakatan normalisasi hubungan itu akan ditandatangani pada Selasa (28/6/2016). Di dalamnya akan diatur tentang pembayaran kompensasi sebesar 20 juta dolar kepada keluarga korban penyerangan kapal bantuan kemanusiaan itu, pertukaran duta besar, dan perudingan soal pipa gas alam yang bernilai miliaran dolar.

Turki sepakat untuk menghentikan tudingan kriminal terhadap anggota pasukan komando Israel dan Negara Israel terkait kasus penyerangan Mavi Marmara pada 2010. Itu artinya para pelaku serangan Mavi Marmara tak akan diseret ke pengadilan.

Kesepakatan itu juga mengatur bahwa Israel akan tetap melakukan blokade terhadap Jalur Gaza, tetapi Turki diizinkan untuk memberikan bantuan melalui pelabuhan Ashdod, Israel. Kapal Turki berisi 10.000 ton bantuan akan dikirim ke Ashdod pada Jumat (1/7/2016).

Turki juga akan membangun fasilitas pengelolaan air, rumah sakit berkapasitas 200 tempat tidur, dan pembangkit tenaga listrik di Gaza. Kesepakatan itu diperoleh dua negara dicapai mereka berunding selama setahun di Roma, Italia.

Turki sebenarnya adalah sekutu karib Israel di kawasan Timur Tengah. Tetapi hubungan mereka rusak ketika pasukan komando Israel menyerang kapal Mavi Marmara yang membawa bantuan dan aktivis Turki ke Gaza, Palestina pada Mei 2010. Sebanyak 10 aktivis tewas dalam insiden itu.

Akibat insiden itu, Turki memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Duta besar kedua negara ditarik.

Tetapi pada Maret 2013 Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu meminta maaf dan mengakui bahwa serangan itu adalah kekeliruan di pihak Israel.

Motivasi ekonomi

Tetapi menurut para analis perbaikan hubungan antara dua negara sebenarnya lebih didorong oleh motivasi ekonomi. Ketika perundingan antara dua negara diumumkan ke publik pada Desember 2015 lalu, diketahui bahwa bagian dari pembicaraan itu adalah proposal pembangunan pipa gas dari Israel ke Turki.

Israel diketahui memiliki cadangan gas alam yang belum tersentuh dan sumber daya alam itu ingin dikelola serta dijual ke Eropa oleh Netanyahu. Adapun Turki kini sangat membutuhkan gas alam setelah hubungannya dengan Rusia, negara pemasok energi utama Turki, juga retak pada 2015 lalu.

Rencananya pipa gas itu akan dialirkan ke Eropa melalui Turki. Selain itu Turki sendiri akan menjadi salah satu pembeli gas Israel, salah satu jalan keluar untuk melepaskan ketergantungan energinya dari Rusia. (CNN/Reuters/Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:12 WIB

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:06 WIB

Bebek Street Tampilkan Sisi Modern Istanbul di Tepi Laut

Bebek Street Tampilkan Sisi Modern Istanbul di Tepi Laut

Foto | Sabtu, 18 April 2026 | 12:50 WIB

Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:52 WIB

Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut

Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:39 WIB

Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata

Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata

News | Sabtu, 18 April 2026 | 10:27 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Kamondo Stairs, Ikon Urban Karakoy dalam Rangkaian Jelajah Serial Mini

Kamondo Stairs, Ikon Urban Karakoy dalam Rangkaian Jelajah Serial Mini

Foto | Jum'at, 17 April 2026 | 19:27 WIB

Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:27 WIB

Terkini

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

Pemerintah Diminta Transparan, Kerja Sama Pertahanan RI-AS Untungnya Apa?

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:35 WIB

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:30 WIB

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:25 WIB

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:07 WIB

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

BBM Nonsubdisi Naik, Pemerintah Dinilai Sudah Sangat Hati-hati

BBM Nonsubdisi Naik, Pemerintah Dinilai Sudah Sangat Hati-hati

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:45 WIB