Ini Identitas dan Latar Belakang Pelaku Bom Dekat Masjid Nabawi

Ruben Setiawan

Jum'at, 08 Juli 2016 | 06:34 WIB
Ini Identitas dan Latar Belakang Pelaku Bom Dekat Masjid Nabawi
Ledakan bom bunuh diri di dekat Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi (4/7). (Reuters)

Suara.com - Misteri identitas pelaku pengeboman bunuh diri di lahan parkir dekat Masjid Nabawi akhirnya terkuak. Pemerintah Arab Saudi, melalui Kementerian Dalam Negerinya, menyebut bahwa pelaku bom bunuh diri di dekat masjid yang menjadi Makam Nabi Muhammad itu adalah seorang pemuda Arab Saudi berusia 26 tahun.

Lansiran Reuters, pelaku diketahui pernah memiliki catatan kejahatan terkait penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Naer Muslim Hamad, si pelaku bom bunuh diri, memasuki tempat parkir yang tak jauh dari Masjid Nabawi. Ia kemudian meledakkan bom yang ia bawa tak jauh dari sebuah kantor petugas keamanan. Akibatnya empat petugas tewas, demikian disampaikan kantor berita SPA, mengutip keterangan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

"Ketika petugas keamanan mencegat pelaku, si pelaku pun meledakkan diri," ujar sang juru bicara.

Polisi pun dikabarkan sudah menciduk dua belas warga negara Pakistan dan tujuh warga negara Arab Saudi yang diduga terlibat dalam penyerangan di tiga kota pada hari yang sama, yaitu Madinah, Jeddah, dan Qatif.

Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri juga merilis identitas tiga orang yang melakukan pengeboman di Qatif. Ketiganya diketahui tidak memiliki identitas Arab Saudi. Mereka bertiga berusia sekitar 20-an tahun serta pernah ikut ambil bagian dalam sejumlah aksi demo anti-pemerintah.

Hingga kini, pihak berwajib meyakini bahwa ketiga serangan di Madinah, Jeddah, dan Qatif merupakan serangan terkoordinasi. Serangan di Jeddah menyasar kantor konsulat AS, sementara di Qatif, serangan dilancarkan terhadap jemaah sebuah masjid Syiah.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan, si pelaku bom di Madinah, Hamad,  pernah pergi keluar negeri beberapa kali. Yang terbaru adalah pada awal tahun ini. Lebih lanjut ia mengatakan, zat nitroglycerin yang ditemukan pada bahan peledak di Qatif dan Madinah sama dengan yang ditemukan di Jeddah.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas ketiga serangan di tiga kota tersebut. Serangan di Madinah sendiri merupakan yang pertama kalinya sepanjang sejarah.

Penguasa Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, dalam pidatonya hari Selasa mengatakan bahwa kaum muda Arab Saudi berisiko jadi sasaran radikalisasi. Untuk itu, Raja Salman bertekad akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang mencuci otak kaum muda untuk menjadi ekstrimis. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×