Polisi Bantah Ada Kejanggalan di Kasus Perampokan Jagakarsa

Ririn Indriani, Welly Hidayat

Selasa, 12 Juli 2016 | 23:12 WIB
Polisi Bantah Ada Kejanggalan di Kasus Perampokan Jagakarsa
Ilustrasi perampokan. (Shutterstock)

Suara.com - Kepala Satuan Unit Reserse Kriminal Polisi Resor Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Hadi Santoso menyangkal tuduhan adanya kejanggalan dalam kasus perampokan di perusahaan kontraktor, PT Ayudi Persada di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2016), pukul 03.00 WIB dini hari.

Pasalnya, perusahaan tersebut dijaga oleh seorang anggota TNI, tapi masih saja bisa dibobol perampok bahkan sempat mengikat anggota TNI tersebut.

"Itu anggota TNI (Pelda IW) sudah tua, sebentar lagi pensiun, jadi memang enggak berdaya. Namanya juga rampok pasti disekap lah, mana mungkin diajak minum kopi," tegas Eko kepada Wartawan, Selasa (12/7/2016).

Ia menambahkan pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap kawanan perampok yang diduga terdiri dari lima orang yang membawa senjata tajam golok. Eko meyakinkan tak akan kesulitan mengungkap kasus perampokan tersebut meskipun CCTV yang berada di Tempat kejadian Peristiwa (TKP) hilang lantaran dibawa kabur kawanan perampok itu.

"Kami masih lakukan pengejaran Tunggu saja, ini kan masih lidik, terus kita dalami," ujar Eko.

Sebelumnya Menurut Kepala Satuan Unit Reserse Kriminal Polisi Resor Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Hadi Santoso membenarkan kasus perampokan yang terjadi di perusahaan kontraktor, PT Ayudi Persada di Jalan Raya Lenteng Agung, Kelurahan Tanjung barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2016), pukul 03.00 WIB dini hari.

Kawanan perampok sempat mengikat seorang anggota TNI yang diperbantukan untuk menjadi petugas keamanan di perusahaan tersebut.

"Iya, korban Pelda IW, anggota Koramil Jagakarsa, membantu sebagai petugas keamanan. Kondisi dirinya diikat para pelaku. Saat ini, masih kami selidiki dan mengidentifikasi para pelaku," kata Eko saat dikonfirmasi, Minggu (10/7/2016).

Lebih lanjut ia mengatakan para kawanan yang datang pada H+1 pascalebaran tersebut mendatangi perusahaan tersebut dengan melompati pagar. Mereka mengikat tangan dan kaki IW dengan tali.

Pelaku juga menutup mulut korban dengan lakban. "Kami masih menduga, pelaku lima orang dengan membawa senjata tajam," ujar Eko.

Dalam aksinya tersebut, para kawanan perampok berhasil menggasak uang perusahaan sebesar Rp90 juta dan uang pribadi korban sebesar Rp10 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rumah Pengusaha Restoran di Semarang Dirampok

Rumah Pengusaha Restoran di Semarang Dirampok

News | Sabtu, 02 Juli 2016 | 13:48 WIB

Polisi Kejar Perampok Toko Emas di Padang

Polisi Kejar Perampok Toko Emas di Padang

News | Senin, 06 Juni 2016 | 06:41 WIB

Terkini

Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya

Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II

Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II

Jatim | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Hujan Deras Tak Surutkan Militansi Suporter Garuda, Pakansari Membara Jelang Indonesia vs Vietnam

Hujan Deras Tak Surutkan Militansi Suporter Garuda, Pakansari Membara Jelang Indonesia vs Vietnam

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara

Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Sosok Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Sosok Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Riau | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar

Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar

Jatim | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:45 WIB

23 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus untuk Bapak-Bapak, Murah dan Pasti Kepakai

23 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus untuk Bapak-Bapak, Murah dan Pasti Kepakai

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Hujan Deras Guyur Pakansari, Pertanda Timnas Indonesia Hujani Vietnam dengan Banyak Gol?

Hujan Deras Guyur Pakansari, Pertanda Timnas Indonesia Hujani Vietnam dengan Banyak Gol?

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Dedi Kusnandar: Persib Bandung Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Dedi Kusnandar: Persib Bandung Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?

Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:35 WIB

×