Pengunjung Dilarang Mainkan "Pokemon GO" di Museum Holocaust

Esti Utami Suara.Com
Rabu, 13 Juli 2016 | 12:40 WIB
Pengunjung Dilarang Mainkan "Pokemon GO" di Museum Holocaust
Permainan Pokemon Go. (Reuters)

Suara.com - Pengelola Museum Holocaust AS meminta penggemar Pokemon GO tidak memainkan permainan populer telepon genggam itu saat mengunjungi museum ini. Pihak museum menyebut memainkan game di museum "sangat tidak pantas" dalam peringatan korban Nazisme.

Larangan tersebut termasuk kawasan di luar Auditorium Helena Rubinstein, yang menampilkan rekaman kesaksian dari orang Yahudi, yang selamat dari kamar gas.

Pokemon kini sangat diminati. Permainan itu melibatkan penggunakan perangkat telepon genggam untuk menemukan dan menangkap tokoh pokemon virtual di kehidupan nyata, termasuk di dalam museum di Washington itu.

Ide pemain berkeliaran di lorongnya, dengan mata terpaku pada telepon genggam untuk mencari data komputerisasi, mengejutkan banyak orang setelah sebuah foto diunggah dalam jaringan menunjukkan salah satu tokoh pokemon tersebut berada di luar pintu Auditorium Helena Rubinstein Auditorium.

"Kami berusaha menghapus museum dari permainan tersebut," kata direktur komunikasi museum Holocaust, Andy Hollinger, dalam pernyataannya.

Museum ini mendorong pengunjung untuk menggunakan telepon genggam mereka untuk berbagi dan terlibat dengan pameran saat berkunjung.

"Teknologi bisa menjadi alat pembelajaran penting, namun permainan ini jauh di luar misi pendidikan dan pameran kami," kata Hollinger.

Selama kunjungan ke museum tersebut pada Selasa (12/7/2016), Reuters melihat banyak pengunjung menggunakan telepon genggam untuk mengambil foto atau mengirim pesan, tapi tidak ada yang tampak jelas memainkan permainan itu.

Niantic, pencipta permainan itu, tidak menanggapi tentang keluhan museum tersebut. Minat pada Pokemon GO telah melonjak sejak permainan itu dirilis pekan lalu. Permainan ini menjadi permainan paling banyak yang diunduh dalam aplikasi gratis di aplikasi Apple Store, sementara saham Nintendo melonjak hampir 25 persen pada Senin, keuntungan harian terbesar mereka.

Pada Selasa, seorang senator Demokrat AS meminta Niantic mengklarifikasi perlindungan privasi data permainan, di tengah kekhawatiran bahwa permainan itu mengumpulkan terlalu banyak data pengguna. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI