Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

Bangun Santoso

Minggu, 31 Mei 2026 | 12:48 WIB
Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah
Ilustrasi Rapat Paripurna DPR RI [Antara]
  • Pengamat politik Ray Rangkuti menyatakan iklim politik Indonesia saat ini mengalami kemunduran substantif akibat praktik nepotisme dan arogansi kekuasaan.
  • Ray menilai DPR RI kehilangan fungsi kritisnya karena lebih berperan sebagai juru bicara pemerintah daripada mewakili kepentingan publik.
  • Kondisi politik nasional dianggap semakin elitis karena keputusan strategis bangsa dikendalikan segelintir elit tanpa adanya oposisi yang kuat.

Suara.com - Pengamat Politik Ray Rangkuti mengungkap adanya kemunduran substantif dalam iklim politik Indonesia saat ini.

Ia menilai, gejala represif yang muncul saat ini didorong oleh fakta politik yang serupa dengan era Orde Baru, mulai dari kekuasaan yang arogan hingga praktik nepotisme yang meluas.

Ray menjelaskan bahwa selain gejala represi secara fisik atau digital, ada faktor-faktor mendasar yang kini muncul kembali ke permukaan.

"Misal faktor-faktor yang saya sebutkan itu kan gejala represitasnya kan, tetapi faktor ini muncul didukung oleh fakta-fakta politik yang sebetulnya kurang lebih sama seperti terjadi era orde baru, misalnya kecenderungan kekuasaan yang arogan," ujar Ray Rangkuti dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Minggu (31/5/2026).

Selain arogansi kekuasaan, Ray menyoroti praktik nepotisme yang kini tidak hanya terjadi di level nasional, tetapi sudah merambah hingga ke tingkat daerah.

"Kedua, kekuasaan yang nepotistik. Nah nepotisme ini enggak hanya terjadi tingkat nasional ya, sampai ke daerah juga. Anda tahu kemarin istilahnya peristiwa di Kalimantan Timur salah satu isu yang ,muncul itu adalah soal nepotisme di Kalimantan Timur," lanjutnya.

Salah satu kritik tajam Ray tertuju pada performa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Ia menghidupkan kembali istilah "5D" yang sangat populer di zaman Orde Baru untuk menggambarkan mentalitas anggota dewan saat ini yang dinilai kehilangan fungsi kritisnya.

"5D orde baru kita mengenal istilah 5D itu kan datang, duduk, diam, dengar, duit, persis seperti yang sekarang. Semua DPR itu sekarang jauh lebih berfungsi sebagai juru bicara pemerintah benar dibandingkan juru bicara rakyat," tegas Ray.

Ia memberikan contoh bagaimana anggota DPR kini justru sibuk memberikan klarifikasi atau pembelaan terhadap pernyataan-pernyataan kontroversial Presiden, alih-alih mengkritisinya.

Ray menyinggung momen ketika ada anggota DPR yang sibuk menjelaskan maksud pernyataan Presiden soal dolar dan dolar desa.

"Ketika Presiden misalnya mengatakan orang desa enggak pegang dolar ada anggota DPR tuh Pak Misbakh yang sibuk menjelaskan apa maksud pernyataan Presiden itu gitu," ujarnya.

Menurutnya, kondisi politik saat ini semakin elitis dan menjauh dari keinginan publik. Ia menyebut bahwa nasib bangsa saat ini hanya diputuskan oleh segelintir elit dari enam atau tujuh partai politik saja. Hal ini diperparah dengan tidak tumbuhnya oposisi yang kuat di parlemen.

"Politik itu makin elitis kan makin jauh dari apa yang sebenarnya diinginkan oleh publik. Sekarang politik itu ya setidaknya kan sekarang ada tujuh atau enam partai politiklah yang memutuskan mau A mau B mau C dari bangsa dan negara ini," ujar Ray.

Ia membandingkan performa partai yang saat ini berada di luar pemerintahan, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Nasional Demokrat (NasDem), yang menurutnya belum seoptimal ketika PDIP menjadi oposisi di era kepemimpinan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ada sih partai oposisi PDI Perjuangan mestinya gitu ya, Nasdem mestinya gitu. Tapi kita lihat sekarang belum seperti yang mereka lakukan misalnya di zaman SBY. Betapa optimalnya oposisi PDI perjuangan saat itu ya dengan partai yang lain terhadap Pak SBY," ujar Ray. (Reporter: Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Bukan Mistis! DPR Bongkar Dampak Ngeri Hoaks Pocong Begal terhadap Ekonomi Warga

Bukan Mistis! DPR Bongkar Dampak Ngeri Hoaks Pocong Begal terhadap Ekonomi Warga

Video | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Puan Maharani Kurban Sapi Limousin 1 Ton, Singgung Soal Keadilan Sosial di Idul Adha

Puan Maharani Kurban Sapi Limousin 1 Ton, Singgung Soal Keadilan Sosial di Idul Adha

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:52 WIB

DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah

DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:38 WIB

Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!

Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:06 WIB

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:41 WIB

Terkini

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:27 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar

Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:07 WIB

Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia

Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:50 WIB

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:43 WIB

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:39 WIB

1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:30 WIB

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:20 WIB

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:07 WIB