Begini Modus Juanda dan Syahrul Sebar Vaksin Palsu ke 14 RS

Madinah, Dian Rosmala

Kamis, 14 Juli 2016 | 16:49 WIB
Begini Modus Juanda dan Syahrul Sebar Vaksin Palsu ke 14 RS
Suasana raker pembahasan vaksin palsu di Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (13/7/2016). {Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek membeberkan modus operandi yang dilakukan Juanda dan M. Syahrul mendistribusikan vaksin palsu ke 14 Rumah Sakit.

Hal tersebut disampaikan Nila dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kabareskrim, PT. Bio Farma dan Ikatan Dokter Anak Indonesia, di ruang rapat Komisi IX DPR, Gedung Nusantara I, Komplek DPR, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Menurut Nila, Juanda mendistribusikan ke 13 Rumah Sakit dengan beberapa modus yakni menawarkan vaksin kepada pihak RS lewat surat elektronik (E-Mail) dan pengajuan proposal pengadaan obat.

"Kepada Rumah Sakit Dokter Sander Cikarang, tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak Rumah Sakit dan disetujui oleh Direktur Rumah Sakit," jelas Nila.

Di RS lain, Juanda menawarkan vaksin palsu dengan modus menawarkan harga dan pengajuan proposal penawaran pengadaan vaksin.

"Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak RS dan disetujui oleh Direktur RS," kata Nila.

Modus ini dilakukan Juanda ke Rumah Sakit DR. Sander Cikarang, Bhakti Husada teminal Cikarang, Sentra Medika Jalan Industri Pasir Gombong, RSIA Puspa Husada, Karya Medika Tambun Bekasi, Kartika Husada Jalan MT. Haryono Setu Bekasi, Sayang Bunda Pondok Ungu Bekasi, Multazam Bekasi, RSIA Gizar Villa Mutiara Cikarang, Elisabeth Narogong Bekasi, Hosana Lippo Cikarang dan Hosana Bekasi Jalan Pramuka.

Sementara untuk Rumah Sakit Permata Bekasi, Juanda melakukan modus berbeda.

"Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin melalui CV. Azka Medikal. Kemudian dari bagian pengadaan mengajukan permohonan pengadaan kepada manajer Purchasing yang kemudian dimintakan persetujuan kepada Direktur Rumah Sakit sebelum dilakukan pemesanan obat/vaksin," beber Nila lagi.

Sementara itu, M. Syahrul hanya mendistribusikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur. Modusnya pun berbeda.

"Tersangka menawarkan vaksin lewat perawat atas nama Irna (ditahan sebagai penyedia botol tersangka Rita dan Hidayat) Kemudian Irna meminta tanda tangan dokter dan dimasukkan persediaan Rumah Sakit," kata Nila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bareskrim Tetapkan 20 Tersangka Vaksin Palsu, 1 Dokter

Bareskrim Tetapkan 20 Tersangka Vaksin Palsu, 1 Dokter

News | Kamis, 14 Juli 2016 | 16:44 WIB

Ini Daftar 14 Rumah Sakit yang Menerima Vaksin Palsu

Ini Daftar 14 Rumah Sakit yang Menerima Vaksin Palsu

News | Kamis, 14 Juli 2016 | 15:50 WIB

DPR Akan Minta Kemenkes Sebut Nama Instansi Pakai Vaksin Palsu

DPR Akan Minta Kemenkes Sebut Nama Instansi Pakai Vaksin Palsu

DPR | Kamis, 14 Juli 2016 | 13:57 WIB

DPR Siap Gelar Raker dengan Kemenkes Bahas Vaksin Palsu

DPR Siap Gelar Raker dengan Kemenkes Bahas Vaksin Palsu

DPR | Kamis, 14 Juli 2016 | 13:38 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×