Kesehatan Bayinya Terganggu, Neti Khawatir Kena Vaksin Palsu

Ruben Setiawan | Nikolaus Tolen | Suara.com

Jum'at, 15 Juli 2016 | 19:47 WIB
Kesehatan Bayinya Terganggu, Neti Khawatir Kena Vaksin Palsu
Ibu Neti, ibunda Irsyad (9 bulan) yang diduga menjadi korban vaksin palsu Rumah sakit Ha\rapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur. (Suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Neti, ibu dari bayi Irsyad (9 bulan) mendatangi Rumah Sakit Harapan Bunda, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/7/2016) pagi. Maksud kedatangan Neti ke tempat anaknya Irsyad dilahirkan dan divaksin tersebut untuk mendesak pihak Rumah Sakit bertanggung jawab atas penderitaan anaknya yang kondisi tubuhnya semakin lemas usai divaksin di rumah sakit tersebut.

"Saya cuma pengen tahu aja ya, kenapa nggak, kalau anak saya ini kena vaksin palsu juga. Karena katanya vaksin palsu ini sudah ada sejak Tahun 2003. Saya minta Rumah sakit bertanggung jawab kalau anak saya kena vaksin palsu," kata Neti kepada Suara.com di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur.
 
Kata Neti, bayi laki-lakinya yang sudah berusia sembilan bulan tersebut lahir pada tanggal 27 September 2015 lalu. Saat lahir, kata dia putranya tersebut begitu sehat dan badannya besar. Buktinya, bobotnya saat itu mencapai 3,1 kilogram. Namun, saat usai divaksin di RS Harapan Bunda, putranya mulai menderita sakit, berupa mencret, batuk, dan juga pilek.
 
"Lahirnya gede, cuma sekarang menurun. Dulu dia lahirnya disini juga, divaksin disini juga, tidak pernah ke rumah sakit lain. Hanya setelah divaksin, dia mulai mencret, batuk, pilek juga," kata Neti.
 
Melihat anaknya mengalami gangguan kesehatan usai divaksin, dia bersama suaminya yang bekerja di salah satu bank di ibu kota tersebut langsung mengantarnya ke RS Harapan Bunda dan menemui dokter Muhidin. Namun, kata Neti, Muhidin selalu mengatakan bahwa itu hanyalah efek samping dan tidak berpengaruh bagi kesehatan Irsyad.
 
"Pas setelah vaksin terakhir, ada bengkak aja di pahanya, saya kasih tahu Dokter Muhidin, kata dokter sih itu biasa, nggak apa-apa, perkembangan anak kan beda-beda. Kata dokter Muhidin, cuma konpres- kopres saja nanti cepat sembuh kata dia,"kata Neti.
 
Kata  Neti, Dokter Muhidin bahkan meminta dirinya agar memberikan banyak makanan dan susu formula kepada anaknya yang semakin lemas tersebut.
 
"Sudah lima kali ke rumah sakit dan dirawat. Kata dia kasih aja makanan yang banyak, susu formula, itu aja kata dia," kata Neti.
 
Namun, hingga kini, perkembangan kondisi anaknya belum juga berubah. Dia berharap, pihak Rumah Sakit bertanggung jawab atas penderitaan yang dialami oleh anak-anak mereka.
 
"Perkembangannya, kaya gini aja itu, belum bisa tengkurap, dan bergerak apa-apa. Sekrang beratnya 4,5 nggak naik naik,lahirnya 3,1 gede, cuma sekarang menurun," kata Neti.
 
Demi kesehatan dan perkembangan bayinya tersebut, setelah mendengar informasi adanya pemberian vaksin palsu oleh RS Harapan Bunda pada Kamis (14/7/2016) malam, pada pagi pukul 08.00 dia bersama dengan kedua orang tuanya langsung ke RS Harapan Bunda. Namun, sangat disayangkan, pihak RS Harapan Bunda belum jelas dalam memutuskan jalan keluarnya. Bahkan dokter Muhidin,  yang mengurus anaknya saat ini tidak ada di Rumah Sakit dan pergi ke luar negeri.

"Saya tinggal di Lenteng Agung sama orang tua saya. Setelah dengar berita vaksin palsu di sini, langsung kesini saja, takut saya, katanya sejak Tahun 2003," kata Neti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:12 WIB