Kawah Bromo Keluarkan Suara Gemuruh

Ririn Indriani

Minggu, 17 Juli 2016 | 15:45 WIB
Kawah Bromo Keluarkan Suara Gemuruh
Bromo Berstatus Waspada. (Antara)

Suara.com - Kepala Sub-Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengatakan suara gemuruh dengan tekanan lemah hingga sedang terdengar dari kawah Gunung Bromo.

"Suara gemuruh yang terdengar dari pos pengamatan Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, itu menandakan gas dan uap air yang keluar dari lubang kawah," katanya saat dihubungi dari Probolinggo, Minggu (17/7/2016).

Aktivitas Gunung Bromo pada 17 Juli 2016 terpantau secara visual cuaca cerah hingga mendung, angin tenang, suhu udara 11-18 derajat celcius, hujan gerimis dengan intensitas 0,4 milimeter dan Gunung Bromo terlihat jelas hingga berkabut.

Asap kawah teramati putih tipis hingga tebal, tekanan lemah hingga sedang, tinggi asap berkisar 50 hingga 600 meter dari puncak kawah ke arah barat daya-barat laut, kemudian terdengar suara gemuruh lemah hingga sedang, dan teramati sinar api.

Sedangkan catatan secara seismik pada 16 Juli 2016 terekam gempa tremor vulkanis menerus (embusan/letusan asap) amplitudo maksimum 0,5-3 milimeter, dengan amplitudo dominan 1 milimeter, sehingga kesimpulannya status Gunung Bromo pada level II atau waspada.

"Berdasarkan energi tremor dan deformasi yang terekam maka secara umum aktivitas vulkanik Gunung Bromo masih belum stabil dan embusan abu vulkanis terjadi selama beberapa pekan terakhir merupakan hasil dari proses erupsi," katanya.

Hendra mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan wisatawan tetap tenang, namun tidak diperbolehkan beraktivitas dalam kawasan dengan radius 1 kilometer dari kawah aktif gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl) itu.

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Bromo diperkirakan masih akan terus erupsi dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari puncak kawah.

"Untuk masyarakat Tengger di sekitar Gunung Bromo yang akan merayakan perayaan Kasada dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan kesepakatan dari para pemangku kepentingan, khusus untuk acara ritual ada perlakuan khusus dengan melihat faktor keamanan dan tetap memperhatikan rekomendasi PVMBG," tuturnya.

Sutopo mengatakan kegiatan lontar persembahan telah dilakukan koordinasi oleh Ketua Adat Desa Wonokitri dan Desa Ngadisari sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang melakukan pelontaran persembahan di bibir kawah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Update Layanan Transjakarta: Kembali Normal, Namun Sejumlah Rute Non-BRT Masih Dialihkan

Update Layanan Transjakarta: Kembali Normal, Namun Sejumlah Rute Non-BRT Masih Dialihkan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Apakah Cuci Muka di Pagi Hari Cukup Pakai Air Biasa Tanpa Sabun? Ini Jawabannya

Apakah Cuci Muka di Pagi Hari Cukup Pakai Air Biasa Tanpa Sabun? Ini Jawabannya

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Prabowo Bisa Jatuh, Peringatan Keras Eks Direktur Intelijen BAIS Soal Momentum Oktober

Prabowo Bisa Jatuh, Peringatan Keras Eks Direktur Intelijen BAIS Soal Momentum Oktober

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Eks Intel BAIS Wanti-wanti Prabowo: Aksi Agustus Adalah Embrio, Bisa Lanjut atau Jatuh!

Eks Intel BAIS Wanti-wanti Prabowo: Aksi Agustus Adalah Embrio, Bisa Lanjut atau Jatuh!

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus

Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Anime Fate/Strange Fake Season 2 Resmi Diumumkan, Holy Grail War Berlanjut

Anime Fate/Strange Fake Season 2 Resmi Diumumkan, Holy Grail War Berlanjut

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Tandatangani PJBL, PLN Bakal Serap 223.584 MWh Listrik dari PSEL Bekasi

Tandatangani PJBL, PLN Bakal Serap 223.584 MWh Listrik dari PSEL Bekasi

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:04 WIB

8 Perbedaan iPad dan Tablet Android yang Perlu Diketahui, Serupa Tapi Tak Sama

8 Perbedaan iPad dan Tablet Android yang Perlu Diketahui, Serupa Tapi Tak Sama

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL

Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik

Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:00 WIB

×