Menkes: Vaksin Palsu Tak Berdampak Efek Samping Kesehatan

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 19 Juli 2016 | 14:58 WIB
Menkes: Vaksin Palsu Tak Berdampak Efek Samping Kesehatan
Ratusan keluarga yang curiga anaknya menjadi korban vaksin palsu mendatangi Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, Jumat (15/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menegaskan vaksin palsu tidak menimbulkan efek samping untuk kesehatan anak. Hal ini disampaikan dalam jumpa pers terkait vaksin palsu di Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Selasa (19/7/2016).

Jumpa pers itu dihadiri Konsil Kedokteran Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Bidan Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia, Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia, Komisi Akreditasi Rumah Sakit, Badan Pengawas Rumah Sakit, Badan Pengawas Obat dan Makanan.

"Secara ilmiah, kandungan dalam vaksin palsu yang diperiksa Badan POM tidak menimbulkan efek samping pada kesehatan,"ujar Nila dalam jumpa pers Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Selasa (19/7/2016).

Oleh karena itu pihaknya berkomitmen untuk mendukung dan meneruskan upaya pemerintah dan pemerintah daerah dalam penanganan dan memberikan solusi seperti mendata anak-anak yang terpapar vaksin palsu. Selain itu memverifkasi anak yang telah terpapar vaksin palsu oleh Satuan Tugas Penanggulangan Vaksin Palsu.

Tak hanya itu Kementerian Kesehatan juga melakukan vaksinasi wajib ulang di fasilitas pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan yang juga telah berkoordinasi dengan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia ).

"Vaksinasi wajib ulang yang dilakukan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah, tidak dikenakan biaya,"ucapnya.

Nila pun menyampaikan rasa keprihatinan atas kejadian tersebut dan menyampaikan rasa empati kepada keluarga atau orangtua yang terindikasi terpapar vaksin palsu.

Lebih lanjut, kata Nila dalam pelayanan kesehatan semua pihak harus mendapatkan hak perlindungam atas keselamatan keamanan. Pelayanan kesehatan termasuk imunisasi harus tetap berjalan dengan mengutamakan prinsip keselamatan pasien dan sesuai standar.

"Sehingga masyarakat mendapatkan haknya dalam pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan,"jelasnya.

Nila menambahkan pihaknya berkomitmen mendukung proses hukum serta penegakkan hukum kepada oknum pelaku.

"Selanjutnya kami melakukan upaya evaluasi pelaksanaan regulasi, sistem atau prosedur, sistem pembinaan dan pengawasan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,"ungkapnya.

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri telah menambah tiga tersangka baru. Total ada 23 tersangka yang diduga terlibat peredaran vaksin palsu yang saat ini menjadi persoalan besar pemerintah. Di antara 23 tersangka itu, ada tiga dokter berinisial I , AR dan H.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejumlah Orang Tua Korban Vaksin Palsu Lapor Ke Pimpinan DPR

Sejumlah Orang Tua Korban Vaksin Palsu Lapor Ke Pimpinan DPR

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 14:31 WIB

Cegah Pemalsuan Vaksin Terulang, DPR Minta RS Musnahkan Limbahnya

Cegah Pemalsuan Vaksin Terulang, DPR Minta RS Musnahkan Limbahnya

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 01:59 WIB

Terkait Vaksin Palsu, Menkes Minta Warga Tak Bertindak Anarkis

Terkait Vaksin Palsu, Menkes Minta Warga Tak Bertindak Anarkis

News | Senin, 18 Juli 2016 | 23:46 WIB

Inilah Alasan RS Hosana Medica Membeli Vaksin Palsu

Inilah Alasan RS Hosana Medica Membeli Vaksin Palsu

News | Senin, 18 Juli 2016 | 20:32 WIB

Menteri Kesehatan Lima Periode Kecolongan Skandal Vaksin Palsu

Menteri Kesehatan Lima Periode Kecolongan Skandal Vaksin Palsu

News | Senin, 18 Juli 2016 | 20:07 WIB

Orangtua Korban Vaksin Palsu Minta Uang Mereka Dikembalikan

Orangtua Korban Vaksin Palsu Minta Uang Mereka Dikembalikan

News | Senin, 18 Juli 2016 | 19:09 WIB

Hindari Kisruh, IDI Usulkan Pendirian Posko Aduan Vaksin Palsu

Hindari Kisruh, IDI Usulkan Pendirian Posko Aduan Vaksin Palsu

News | Senin, 18 Juli 2016 | 18:50 WIB

Kuasa Hukum Dokter I Ngotot Kliennya Tak Terlibat Vaksin Palsu

Kuasa Hukum Dokter I Ngotot Kliennya Tak Terlibat Vaksin Palsu

News | Senin, 18 Juli 2016 | 17:43 WIB

Pertemuan Orangtua Dengan RSIA Sayang Bunda Ricuh

Pertemuan Orangtua Dengan RSIA Sayang Bunda Ricuh

News | Senin, 18 Juli 2016 | 16:50 WIB

Jokowi Tinjau Pemberian Vaksinasi Ulang

Jokowi Tinjau Pemberian Vaksinasi Ulang

Foto | Senin, 18 Juli 2016 | 16:16 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×