Relokasi Korban Erupsi Gunung Sinabung Berakhir Rusuh

Dythia Novianty | Suara.com

Sabtu, 30 Juli 2016 | 14:30 WIB
Relokasi Korban Erupsi Gunung Sinabung Berakhir Rusuh
Relokasi korban erupsi Gunung Sinabung berakhir rusuh. [BNPB]

Suara.com - Rencana pembangunan relokasi mandiri untuk 1.683 KK masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung di Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara mendapatkan penolakan masyarakat Desa Lingga. Berbagai upaya telah dilakukan banyak pihak, namun masyarakat Desa Lingga tetap meolak sehingga saat pembangunan terjadi konflik dan berujung pada kerusuhan antara aparat dengan masyarakat pada Jumat (29/7/2016). Satu orang meningga dunia (Abdi Purba) dan satu orang kritis (Ganepo Tarigan) dirawat di rumah sakit Medan.

Sebagai informasi, pada Jumat kemarin, dilahan Relokasi Mandiri Tahap II Desa Lingga Kec. Simpang Epat Kab. Karo telah terjadi pengerusakan dan pembakaran alat berat excavator merek Hitachi dan tenda Pos Polisi yang dibangun untuk mengantisipasi bentrok antara pengembang, masyarakat pengungsi Desa gurukinayan, Desa Berastepu kontra masyarakat Desa Lingga yang dilakukan oleh masyarakat desa Lingga.

"Pada dasarnya masyarakat Desa Lingga keberatan karena lokasi tersebut adalah jalan pemotong menuju desa Lingga. Dan karena ada masyarakat desanya yang diamankan mereka mmelakukan penyerangan ke Polres tanah Karo," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektroniknya, Sabtu (30/7/2016).

Meskipun begitu, dia menambahkan, suasana terakhir keadaan sudah dapat dikendalika dan kondusif, dengan kepolisian tetap siaga.

Sebetulnya, relokasi warga Gunung Sinabung sebenarnya konsep awal relokasi masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung Tahap II sebanyak 1.683 KK ditempatkan di Desa Siosar dengan menggunakan Lahan APL (Areal Pengguna Lain) yang tersedia seluas 250 hektar untuk Tahap I dan Tahap II.

Untuk keperluan lahan pertanian relokasi Tahap I sudah keluar izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seluas 416 hektar. Sedangkan untuk Tahap II sesuai usul Bupati Karo ke MenLHK dibutuhkan lahan untuk pertanian seluas 975 hektar. Namun samapai saat ini izin pinjam pakai dari KemLHK belum keluar sehingga pilihan relokasi Tahap II disepakati adalah relokasi mandiri. Masyarakat diminta mencari lahan sendiri di luar daerah merah sesuai rekomendasi PVMBG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sinabung Kembali Terbatuk, Hujan Abu Guyur Medan

Sinabung Kembali Terbatuk, Hujan Abu Guyur Medan

News | Minggu, 03 Juli 2016 | 23:29 WIB

Erupsi Gunung Sinabung Meningkat

Erupsi Gunung Sinabung Meningkat

Foto | Selasa, 24 Mei 2016 | 15:21 WIB

Korban Tewas Akibat Awan Panas Sinabung Bertambah Jadi 6 Orang

Korban Tewas Akibat Awan Panas Sinabung Bertambah Jadi 6 Orang

News | Minggu, 22 Mei 2016 | 08:02 WIB

Sinabung Masih Berstatus Awas

Sinabung Masih Berstatus Awas

Foto | Sabtu, 09 Januari 2016 | 16:21 WIB

Gunung Sinabung Terus Semburkan Awan Panas Intensitas Tinggi

Gunung Sinabung Terus Semburkan Awan Panas Intensitas Tinggi

News | Rabu, 05 Agustus 2015 | 01:52 WIB

Terkini

Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan

Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:38 WIB

Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan

Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:29 WIB

MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah

MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:25 WIB

Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun

Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:18 WIB

Meninggal Dunia, Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemenhan Hari Ini

Meninggal Dunia, Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemenhan Hari Ini

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:49 WIB

Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela

Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:46 WIB

Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel

Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:33 WIB

Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku

Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:05 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah

Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:44 WIB

Geger! Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Kali Pacing Bekasi, Kondisi Mengenaskan

Geger! Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Kali Pacing Bekasi, Kondisi Mengenaskan

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:35 WIB