Info Haris Azhar Prematur tapi Wajib Ditelusuri

Ardi Mandiri, Nikolaus Tolen

Sabtu, 06 Agustus 2016 | 15:04 WIB
Info Haris Azhar Prematur tapi Wajib Ditelusuri
Ketua Kontras Haris Azhar memberikan keterangan pers terkait tulisannya soal kesaksian almarhum gembong narkoba Freddy Budiman di kantor Kontras, Jakarta, Jumat (5/8).[Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Koordinator Koalisi Anti-Mafia Narkoba, Usman Hamid, menilai informasi dari Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar kontroversial. Informasi tersebut dinilai prematur karena tidak disertai data lengkap.

"Informasi Haris kontroversial, karena dianggap terlalu penting untuk tidak diabaikan oleh para aktivis, juga terlalu prematur untuk dipercaya," kata Usman dalam diskusi bertajuk 'Hitam Putih Pemberantasan Narkotika' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8/2016).

Karena itu, Usman meminta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menelusuri dan mendesak Haris Azhar mengungkap siapa saja pejabat BNN, Polri, dan Bea Cukai yang terlibat peredaran narkoba.

Apalagi, saat ini, Haris juga sudah dilaporkan oleh tiga institusi tersebut ke Bareksrim Mabes Polri.

Terlalu Berlebihan

Usman berpendapat bahwa laporan terhadap Haris Azhar berlebihan. Seharusnya, tiga lembaga yang melaporkan Haris berterima kasih terhadap Haris dan mengintropeksi diri, bukan malah melaporkan.

"Pelaporan itu berkenaan dengan tuduan kepada Haris karena mencemarkan nama baik institusi," katanya.

"Presiden juga telah mengatakan kalau pernyataan Haris, harus membuat institusi menginterpeksi diri. Presiden juga mempertimbangkan untuk dibentuk tim investigasi independen guna menelusuri kasus ini," dia melanjutkan.

Diharapkan, pembentukan tim investigasi independen, dapat menelusuri informasi Haris Azhar, juga membongkar jaringan narkoba di Indonesia.

Seperti diketahui, pasca-eksekusi mati gembong narkoba Freddy Budiman, Haris Azhar, melayangkan informasi tentang keterlibatan pejabat BNN, Polri, dan Bea Cukai dalam peredaran narkoba di Indonesia. Khususnya narkoba yang diedarkan kelompok Freddy Budiman.

Haris juga mengungkap informasi soal dugaan suap ratusan miliar oleh terpidana mati narkoba kepada pejabat BNN dan Mabes Polri. Informasi tersebut didapat Haris dari Freddy Budiman, saat bertemu di Lapas Nusakambangan, pada 2014 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benny Sikapi Tulisan Haris: Ini Serem Untuk Nama BNN

Benny Sikapi Tulisan Haris: Ini Serem Untuk Nama BNN

News | Sabtu, 06 Agustus 2016 | 14:57 WIB

BNN: Freddy Budiman Pandai Cari Sensasi

BNN: Freddy Budiman Pandai Cari Sensasi

News | Sabtu, 06 Agustus 2016 | 14:25 WIB

Terkini

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB